
Bekasi (SL)-Lima warga diserang Tawon Kepala (Endas,red) atau Tawon Vespa affinis, yang dirusak sarangnya oleh pemilik rumah, di wilayah Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (11/12/2019) lalu. Satu orang kakek Sutrama (74) tewas, sementara empat warga lainnya, Anah (30), Narsah (30), Mila (15), Linda (18) dan Komarudin (46), hanya dirawat.

Kasus penyerangan tawon endas itu sempat menghebohkan warga bekasi, korban Sutarma (74), sempat dua hari dirawat, namun tak tertolong. Korban meninggal dunia akibat dikeroyok tawon, saat melintas didepan rumah yang disarangi lebah tersebut. Sementara Sukari (60) pemilik rumah lari tunggang langgang, usai merusak sarang tawon dirumahnya itu.
Informasi di lokasi kejadian, siang itu, Sukari bermaksus menghilangkan tawon yang bersarang di genting rumahnya. Pasalnya, sebelumnya banyak warga yang melintas kerap kena sengat. Sukari mencoba merusak sarang tawon itu menggunakan galah bambu. Saat bersamaan Sutarma melintas di lokasi. Tawon yang terusing mengamuk dan korban menjadi bulan-bulanan kawanan tawon.
Sementara Sukari pemilik rumah lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Sutarma yang diserang sempat masuk ke dalam kamar mandi dan menceburkan diri ke bak. Sedikitnya korban mengalami 50 luka sengatan, selanjutnya dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia. Termasuk warga lain yang ikut menjadi korban.
Regu Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi, dipimpin Adhi Nugroho datang kelokasi kejadian, dan memusnahkan sarang lebah, dan mengusir. “Ya korban sebelumnya sempat menjalani perawatan selama dua hari di Rumah Sakit Annisa Cikarang, namun akhirnya meninggal dunia. Selain korban, beberapa warga lainnya juga menjadi korban kebengisan tawon ini,” katanya.
Adapun lima warga korban sengatan tawon itu Anah (30), Narsah (30), Mila (15), Linda (18) dan Komarudin (46). Mereka disengat dalam waktu berbeda saat melintas. Tawon itu bersarang di genting persisnya di wuwungan rumah milik Sukari (60). “Kondisinya hanya meriang saja mereka, enggak sampai dirawat di rumah sakit. Saat ini tawon sudah di musnahkan,” ujar Adhi. (Red)