
Bengkulu (SL)-Hj Kartini (60), janda kaya pedagang toko kelontongan, dan pengelola arisan Desa, ditemukan tewas berimbah darah, dengan luka sayatan di leher di ruang tamu rumahnya, di Jalan Hasyim Azhari, Gang Anggrek, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur, Senin 16 Desember 2019, sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban ditemukan pertama kali oleh Rita, salah seorang anaknya, yang melihat korban tergeletak diruang tengah dengan luka mengangga dibagian leher. Tetangga korban menyebutkan sekitar pukul 09.00 WIB korban masih terlihat pulang dari pasar. “Seperti biasa, korban selalu berbelanja hampir dilakukan setiap hari. Korban membuka warung kebutuhan rumah tangga dan dipercaya masyarakat sekitar mengelola sebuah arisan,” kata Maryono, tetangga korban.
Kasus itu menggemparkan warga sekitar. Polisi langsung datang ke lokasi melakukan olah TKP. Kapolres Rejang Lebong AKBP Jaki Rahmat Mustika memimpin olah tempat kejadian perkara membenarkan peristiwa tersebut. “Korban atas nama Hj K kita temukan dalam kondisi bersimbah darah, saksi pertama yang melihat korban sudah tergeletak diruang keluarga,” kata Kapolres.
Ditambahkan kapolres, motif pembunuhan terhadap korban saat ini masih didalami oleh pihak kepolisian. “Saya belum bisa memberikan kesimpulan penyebabnya apa dan motif apa, kita masih menunggu perkembangan dengan melakukan olah TKP,” kata Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan bahwa, saksi yang pertama menemukan korban yakni anak korban. “Anak korban datang kerumah dan menemukan korban telah tewas bersimbah darah dimana koraban mengalami luka dibagian leher,” kata Kapolres.
Korban kemudian dibawa ke RSUD Curup untuk dilakukan Visum Et Repertum. Dari hasil pengecekan di lokasi kejadian, ada beberapa kamar yang terbuka. “Kita belum melihat apakah ada barang yang hilang, tapi ada beberapa kamar yang terbuka pada saat olah TKP. Kita masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk menentukan penyebab kematian korban ini,” kata Kapolres.
Kasus Wina Mardiani Yang Mayatnya Terkubur di Belakang Rumah Kosan
Polresta Bengkulu masih terus memburu terduga pelaku utama pembunuh Wina Mardiani (20). Winta ditemukan tewas terkubur di belakang kosannya di Jalan WR Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu, Minggu (8/12/2019) lalu, padahal Wina dilaporkan hilang sejak Selasa (3/12/2019). Berdasarkan hasil otopsi, Wina telah meninggal dunia 5 hari sebelum ditemukan.
Dari proses penyelidikan, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 21 orang saksi. Satu orang ditetapkan tersangka, karena menjadi pembeli motor korban. Polisi memburu pelaku utama, dan melakukan kordinasi dengan Polres lainnya, Terduga pelaku utama adalah PA, penjaga kos-kosan.
“Ada satu terduga pembunuh Wina yang kita curigai, yakni inisial PA, kita sudah sampaikan ke Polres tetangga untuk membantu apabila menemukan PA ini agar mengamankan dan berkoordinasi dengan Polres Bengkulu,” kata Kasat Reskrim Polres Bengkulu, AKP Indramawan Trisna, di Mapolresta Bengkulu, Senin (16/12/2019).
PA diduga merupakan otak dan pelaku utama pembunuhan Wina. Penyidik Sat Reskrim Polres Bengkulu telah menetapkan WL sebagai tersangka. WL bukan sebagai orang yang terlibat dalam pembunuhan, melainkan karena WL berperan sebagai penadah motor Honda Scoopy milik korban.
Kasat Reskrim Indramawan Trisna juga menyampaikan, saat ini ada 3 orang yang terkena wajib lapor ke Polres Bengkulu. “Tiga orang wajib lapor, 2 laki-laki dan 1 perempuan, mereka ini sebelumnya punya hubungan keluarga dan hubungan dekat dengan PA,” katanya. (red)