
Pasuruan (SL)-Viral diwilayah Pasuruan, Jawa Timur, oknum anggota Polisi Bripka De, yang bertugas di Polsek Nguli, Polres Pasuruan, diarak warga tanpa celana bersama oknum Bidan Desa, di desa Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (27/8/2019) malam. Bripka D dan Bidan G diarak menuju Balai Desa Sanganom setelah warga mendapati keduanya berada di dalam rumah dinas Bidan G.

Oknum anggota Polisi itu, digerebek saat berduaan dengan bidan desa di dalam rumah. Penggerebekan di Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, ini dilakukan lantaran warga gerah dengan perilaku keduanya. Penggerebekan itu dilakukan Senin (26/8/2019) sekitar pukul 01.30 WIB.
Disebut-sebut bidan desa itu digerebek di rumah bercat biru atau rumah dinasnya. Saat digerebek, si pria berkaus dan berjaket, namun tidak memakai celana panjang. Sedangkan sang wanita yang terus menutup wajahnya memakai rok warna hitam dan berjaket.
Dari pantauan wartawan dlangsir detikcom di video berdurasi 1,50 menit yang diunggah akun Facebook Kacong Penjahat Klamin, penggerebekan dilakukan puluhan warga. Tampak warga berkerumun di depan rumah yang disebut merupakan rumah dinas bidan desa tersebut. Selang beberapa saat, warga membawa keduanya keluar dari rumah.
Sang bidan G keluar lebih dulu sambil menutupi mukanya, dia terus merunduk. Sejumlah warga terdengar mengeluarkan kalimat-kalimat umpatan. Menyusul kemudian D dibawa keluar rumah. Berbeda dengan G yang berpakaian lengkap, oknum polisi ini hanya mengenakan kaos dan jaket serta celana dalam (CD).
Puluhan warga kemudian mengarak D menuju kantor desa yang berjarak 300 meter. Dari kantor desa, polisi berpangkat Bripka ini kemudian dijemput Provost dan diamankan di Polsek Nguling. Dari Polsek Nguling, ia lalu dibawa ke Mapolresta Pasuruan.
Sejumlah warga yang marah sempat ingin menghajar D. Namun usaha warga dihalangi perangkat desa. D kemudian dibawa ke Polsek Nguling. “Saat ini masih diperiksa. Apa yang dia lakukan saat digerebek belum diketahui. Sejak kapan dia berhubungan dengan bidan, juga masih belum diketahui,” kata Kasubbag Humas Polresta Pasuruan AKP Endy Purwanto.
Sementara dalam laman lain, Kasubbag Humas Polres Pasuruan AKP Endy Purwanto menjelaskan mengenai kronologi kejadian tersebut. Menurut Endy, sekitar pukul 22.00 WIB, Bripka D dihubungi oleh Bidan G karena ada suatu permasalahan.
“Kemarin tanggal 26 Agustus 2019 sekitar pukul 22.00 malam lebih, anggota brikade ini dihubungi oleh Bidan G karena ada permasalahan tentang bayi yang dilahirkan itu ada masalah informasinya,” ucap Endy, juga dilangsir TribunWow.com dari kanal YouTube Pasuruan diunggah Selasa (27/8/2019),
Endy menyebut selain permasalah bayi, Bidan G juga menghubungi Bripka D terkait masalah jual beli mobil. “Termasuk masalah mobil yang dibeli oleh orang tapi belum dilunasi, itu informasi hasil pemeriksaan,” lanjutnya.
Endy menjelaskan, sekitar pukul 01.00 WIB, warga bersama kepala desa tiba-tiba mendatangi rumah Bidan G. Mereka langsung menggedor rumah Bidan G dan meminta keduanya untuk keluar rumah. “Bripka D ini mendatangi malam itu juga mendatangi Bidan G di rumah dinasnya di Desa Sanganom, kemudian pukul 01.00 warga bersama kepala desa datang menggedor-gedor pintu rumah dinas Bidan G,” kata dia.
Warga lantas mendapati keduanya memang sedang berada di dalam rumah dinas Bidan G. Namun, saat digerebek warga, keduanya menggunakan pakaian yang lengkap. “Kemudian mendapati dua orang ini di dalam rumah dengan busana lengkap. Jadi tidak benar kalau dalam keadaan yang beredar dalam video itu, jadi ditemukan kepala desa dan warga itu dalam keadaan berpakaian lengkap,” ucap Endy.
Bripka D dan Bidan G lalu dipaksa keluar rumah dan diarak warga menuju Balai Desa Sanganom. Saat perjalanan menuju balai desa, tiba-tiba celana Bripka D ditarik menggunakan celurit hingga putus. “Kemudian dibawa keluar, baru diluar perjalanan ke balai desa ini Bripka G ini ditarik-tarik celananya bahkan ditarik pakai celurit sehingga putus termasuk ikat pinggangnya,” tutur Endy.
Sampai saat ini, Endy mengaku pihak kepolisian masih mencari barang bukti berupa celana Bripka D yang ditarik hingga putus. Tak hanya celana yang putus dan lepas, ternyata dompet Bripka D juga dikabarkan hilang. “Sampai sekarang mungkin polsek masih mencari barang bukti celana yang diputus pakai celurit itu. Dan dompet yang bersangkutan hilang sampai sekarang,” lanjutnya.
Endy juga menyatakan, Bripka D sempat dianiaya oleh warga saat diarak ke balai desa. “Dan dalam perjalanan dari rumah Bidan G ini sampai ke balai desa ini, si Bripka D sempat dianiaya, mungkin nanti saya bisa sampaikan gambarnya ya,” kata dia.
Bahkan Endy mneyebut Bripka G mengalami beberapa ditubuhnya akibat penganiayaan itu. “(Bripka D) sempat dianiaya bahkan luka-luka,” ucap Endy. Sampai saat ini, Bripka D dan Bidan G masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polres Pasuruan. (net)