
Bandar Lampung (SL)-Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo kagumi kain Tapis Lampung. Selain motifnya yang beragam, Tapis juga ringan hingga nyaman dipakai.
Hal ini diungkapkan saat kunjungannya ke stand pameran perwakilan Provinsi Lampung pada pameran yang digelar dalam rangkaian acara peringatan puncak Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ke-47, sesaat setelah membuka acara Pameran Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K – PKK) yang digelar di Lapangan Imam Bonjol Kota Padang Sumatera Barat, Rabu (24/7/2019).
“Saya suka Tapis karena motif dan warnanya yang bagus serta dapat dipakai disegala kesempatan. Saya juga senang ada inovasi dari para pengrajin tapis di Lampung. Dulu saat dipegang saja tapis Lampung ini berat. Tetapi hari ini saya lihat ada terobosan baru, kainnya jauh lebih ringan dan motifnya juga lebih beragam,” ujar Istri Mendagri ini.
Erni Guntarti juga berpesan kepada seluruh pengurus Tim penggerak PKK untuk selalu berkreasi dan berinovasi dalam membuat kerajinan asli di daerahnya masing-masing. “Tetapi tidak keluar dari nilai luhur budaya yang ada di dalamnya. Jika semua itu sudah dijalankan, kerajinan ini akan semakin dikenal dan semakin disukai. Saya yakin hal itu juga akan mengangkat, mendorong serta menaikkan tingkat kesejahteraan bagi keluarga dan para pengrajin binaan PKK di daerahnya masing-masing,” pungkasnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal Djunaidi menekankan untuk lebih percaya diri dalam mengenalkan hasil kerajinan tangan yang berasal dari Lampung.
“Tapis sekarang sudah mendunia, sudah banyak orang tau. Desainer terkenal nasional pun sudah banyak pakai tapis sebagai bahan rancangannya. Untuk itu kita harus lebih percaya diri dalam memperkenalkan hasil kerajinan tangan kita,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan hasil kerajinan Lampung, Riana menuturkan pihaknya akan mencoba melalui jalur-jalur yang ada dalam memaksimalkan hasil kerajinan Lampung agar dapat dikenal semakin luas lagi di kancah nasional. “Sebagai terobosan, ke depan saya akan bicara dengan Pak Gubernur untuk mencari cara bagaimana kerajinan kita ini bisa dipakai secara formal oleh para istri pejabat di level nasional. Semoga ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung,” ujarnya.
Sementara itu, Lilik Basuki pengrajin tapis asal Pringsewu mengatakan, pihaknya akan berinovasi lagi agar kain tapis lebih ringan. Selain itu dapat diaplikasikan di setiap acara, baik acara resmi maupun acara non formal lainnya.
“Saat ini kami juga menggunakan benang emas kristal sehingga berat kain jauh lebih ringan dari yang dahulu. Corak motifnya ditambah atau dimodif tanpa menghilangkan nilai makna luhur yang terkandung di dalamnya. Sehingga tapis bisa dipakai dan diaplikasikan ke baju – baju non formal seperti jaket, sweater dan T-Shirt harian lainnya,” ungkapnya. (Rls)