
Bandar Lampung (SL)-Sidang lanjutan kasus Bupati Mesuji nonaktif Khamami, menyeret nama oknum anggota Polres Lampung Tenngah, Khadafi, yang disebut juga putra Plt Bupati Mesuji M Saply (dulu wakil,red). Saat bersaksi untuk terdakwa Sekretaris Dinas PUPR Mesuji Wawan Suhendra, Khamami menyebut anka Saply ikut main proyek hingga miliaran rupiah.
Dihadapaan majelis Hakim, Khamami menyebut anak Plt Bupati Mesuji Saply TH, juga ikut main proyek bernilai miliaran rupiah di daerah Mekar Jaya. Proyek itu berkaitan dengan pengerjaan saluran irigasi. “Iya. Yang ngomong itu adalah Pak Haji Saply sendiri. Bahwa anaknya ikut mengerjakan proyek saluran irigasi,” kata Khamami di sidang Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (25/7).
Menurut Khamami, saat itu Khamami mendapati kendaraan double cabin terparkir di Taman Kehati, Mesuji. Lantas keberadaan mobil tersebut ditanyakan kepada petugas Taman Kehati. “Kata petugas di sana, itu mobil milik Khadafi. Itu anaknya Pak Haji Saply,” kata Khamami menirukan ucapan petugas tersebut.
Khamami kemudian menjumpai Khadafi dan bertanya tentang alasan kehadirannya. “Menurut petugas, mobil itu datang pukul 02.00 WIB, itu subuh, nginap. Anaknya Pak Haji Saply yang (anggota) polisi itu. Saya tanya ke dia, Khadafi, ngapain kamu di sini,” ujar Khamami.
Lalu Khadafi menjawab datang ke Taman Kehati untuk menumpang istirahat. Mengetahui itu, Khamami berinisiatif mengkonfirmasi kepada Saply TH. “Kemudian saya hubungi Pak Saply. Kata Pak Saply bahwa dia itu (Khadafi) memang menumpang istirahat (karena) habis mengecek kegiatan irigasi di Mekar Jaya,” ungkap Khamami.
Khamami menegaskan bahwa Khadafi adalah anggota kepolisian dari Polres Lampung Tengah. Khamami juga menjelaskan bahwa proyek saluran irigasi itu merupakan proyek yang dikerjakan pada tahun 2018. “Tahun 2018. Anggarannya berapa M ya, mungkin sekitar Rp2 miliar lebih. Saya agak lupa juga,” kata Khamami. (kps/red)