
Gubernur Lampung Ir. H. Arinal Djunaidi, mengatakan pemerintah Provinsi Lampung sudah mengetahui dan mendata perusahaan di Lampung, yang justru melakukan impor kopi dan singkong masuk Lampung. Pihaknya aakaan segera mengambul tindakan dan berkordinasi dengan pemerintah Pusat tentang hal tersebut.
“Kita tidak rela, Lampung yang menjadi penghasil kopi dan singkong, tapi perusahaan di Lampung justru impor. Saya benar-benar tidak rela dengan adanya impor kopi dan singkong. Bagaimana nasib petani Kopi dan Singkong di Lam[ung, jika barang yang sama perusahaan justru impor,” kata saat audiensi terbatas dengan para Pemimpin Redaksi Media Cetak, Elektronik dan Online di ruang Utama Kantor Gubernur, Selasa (23/7/2019).
Karena itu, Arinal Djunaidi melarang ekspor kopi dan singkong masuk Lampung, karena itu demi memperjuangkan kepentingan petani. “Saya sangat sedih dengan kementerian yang memberi rekomendasi masuknya hasil pertanian ke Lampung. Kalau persoalannya harga bisa dirundingkan. Tapi jangan seenaknya pengusaha impor hasil pertanian. Sementara Lampung lumbungnya,” kata Arinal.
Gubernur Arinal juga gerah dengan maraknya produk-produk kopi impor yang berada di mall dan kafee termasuk di Bandara. Padahal kopi-kopi itu dari Lampung. Tapi setelah ke Lampung menjadi minuman kopi yang mahal. Arinal tidak menampik, turunnya haarga Kopi mungkin salah satunya adalah karena adanya impor. Harga kopi murah, atau bisa jasi dimainkan, sehingga petani merugi dan kemudian pengusaha eksport kopi kualitas dengan harga tinggi. “Ini kita akaan cek dan pelajari. Jika benar ditemukan permaianan ini, akan kita tindak tegas,” katanya. (Red)