
Lampung Selatan (SL)-Jalan Airan Raya jalur memasuki Desa Way Hui-Kecamatan Jati Agung-Lampung Selatan, sekitar 50 meter dari berbatasan dengan Bandar Lampung, dari simpang korpri atau dari samping Lamban Kuning, selalu dihiasi pemandangan tumpukan sampah di bagian kanan dan kiri jalan. Ironisnya tumpukan sampah itu hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari Balai Desa Way Hui.

Tumpukan sampah dengan aroma bau busuk menyengat, menjadi pemandang bagia siapa yang melintas, Sabtu 06 Juli 2019, “Ini kok seperti tak peduli, padahal ada kendaraan sampah desa. Malu juga kita sebagai warag, saat kita melintas tentu akan membuat kita berfikir akan keberadaan dinas kebersihan baik dari tingkat desa ataupun kecamatan,” kata warga sambil menutup hidung, di jalan Airan Raya.
Muhamad Yani, warga Desa Way Hui, mengatakan bahwa sampah yang menumpuk di Jalan Provinsi itu, bukan sampah dari masyarakat desa Way Hui saja, tetapi banyak juga dari orang orang entah dari mana, melintas sambil buang sampah.
“Sampah sampah itu bukan saja dari warga desa, tetapi juga berasal dari oknum perorangan yang melintas dijalan Airan Raya dan dengan sengaja melempar dan membuang sampah dilokasi tersebut. Dan hal ini sudah lama terjadi dan pernah ada yang ketangkap dan didenda sesuai Perdes akan tetapi yah berulang kembali,” kata M Yani.
Menurut Yani, mereka juga menyayangkan tingkah laku oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, termasuk warga desa yang dekat dengan lokasi, para pengguna jalan prihatin dengan kondisi itu. “Dan saya selaku warga desa mengharapkan agar Mobil Sampah yang dikelola Bumdes dapat segera mengangkut sampah itu,” ujarnya.
Sehingga, sampah sampai di Tempat Pembuangan Akhir yang telah ada, “Bila perlu dilokasi tersebut yah dibuatkan pos penjagaan dan dijaga oleh linmas atau Polmas Desa yang memang mendapat honor dari desa agar para oknum pembuang sampah dapat berhenti melakukan tindakan tidak terpuji,” katanya.
Sementara petugas kebersihan mobil sampah Desa, Supar, yang mengeloal Bumdes Desa Way Hui mengatakan bahwa kendaraan kebersihan ada 3 unit mobil dan 1 motor roda 3. Mobil yang ada adalah mobil pribadi milik warga yang bekerja sama dengan Bumdes.
“Dia dan team kebersihan pengelolaan sampah dilingkungan pemukiman yang saat ini hanya bertugas mengambil sampah dari rumah-rumah warga atau pertokoan yang ada di Desa Way Hui yang dibagi wilayah masing-masing yang berlangganan. “Dan untuk mengangkut sampah dari jalan poros Airan Raya belum tahu itu tugas team siapa,” kata Supar. (niz/red)