
Pekan Baru (SL)-Seorang ibu muda, Hernita Krisdayanti (21), tewas dihabisi suaminya sendiri Ape Rusu Halawa (25), di rumahnya, Jalan Toman, Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Minggu (30/6) sekitar pukul 02.00 Wib. Korban tewas dengan cara dibekap, hingga tak bernapas. Motif sementara pelaku cemburu kepada korban, yang kerap melarang diantar dan dijemput saat kerja.
Jasad korban kali pertama ditemukan oleh kedua mertunya, yang curiga dengan gelagat pelaku yang pulang kerumah dengan meminta uang. Kedua mertua korban menolak memberikan uang, dan pelaku pergi membawa motor orang tuanya.
Karena curiga melihat prilaku anaknya, kedua mertuanya lalu mengunjungi rumah anak dan menantunya tinggal. Dan terkejut melihat korban terletang tak bernyata. Mertua wanita histeris dan menghubungi warga, lalu melaporkan kasus ke Polisi Polres Pekan Baru.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Awaluddin Syam membenarkan kasus tersebut. Pelaku berusaha kabur setelah membunuh istrinya. Bahkan pelaku sempat meminta uang kepada orang tuanya untuk bekal dalam pelarian. “Tetapi orang tua tersangka tak mau memberikan uang tersebut karena curiga melihatnya ketakutan, akhirnya pelaku pergi membawa sepeda motornya,” kata Awal Senin (1/7).
Melihat gelagat pelaku tidak beres, orang tuanya datang ke rumah mereka dan mengecek kondisi istri pelaku. Saat itu, mereka kaget menemukan menantunya meninggal dunia dengan posisi telentang. Ibu pelaku histeris melihat menantunya tergeletak tak bernyawa. Kemudian peristiwa itu diberi tahu ke warga sekitar dan dilaporkan ke polisi.
Kepolisian datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. Tak lama kemudian, pelaku ditangkap di daerah Kabupaten Bengkalis, hari itu juga. Pelaku langsung diinterogasi polisi. “Pelaku mengaku perbuatannya membunuh istrinya. Motifnya karena cemburu. Alasannya, korban suka marah. Tidak boleh diantar dan dijemput kerja,” kata Kasat.
Awal menyebutkan, pelaku membunuh korban dengan cara membekap wajah korban dengan menggunakan bantal. Barang bukti sebuah bantal dan sehelai kain sarung disita polisi. Polisi menahan pelaku agar tidak melarikan diri. Sebelum ditangkap, pelaku sempat berusaha kabur ke Medan, Sumatera Utara. “Kemudian kita kejar. Alhamdulillah pelaku kita tangkap di Bengkalis tak lama setelah kejadian,” ucap Awal. (red)