
Bandar Lampung (SL)-Aksi hipnotis warga negara asing kembali terjadi, kali ini dua orang WNA terekam kamera pengintai atau CCTV, saat aksinya menghipnotis serta mengambil uang dari dalam laci lemari kasir di dua lokasi minimarket berbeda di kawasan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Dari rekaman kamera pengintai milik sebuah minimarket di kawasan Jalan Agus Salim, Bandar Lampung, terlihat dua orang WNA pria dan wanita, nampak sedang berbelanja layaknya pengunjung pada umumnya. Saat suasana di dalam minimarket sepi, terlihat satu orang pria sedang berdiri disamping kasir minimarket.
Sementara teman wanitanya seolah sedang mencari barang belanjaan. Sang pria kemudian mendekati kasir, serta membuka laci lemari tempat menyimpan uang minimarket tersebut. “Saya sadar pasa WNA tersebut, berhasil mengambil uang dari dalam laci lemari sebesar RP1,8 juta lalu pergi. Saat itu pegawai lainnya mencoba ngejar kedua WNA, tapi sudah pergi jauh,” ungkap Laila Safitri, kasir minimarket Jalan Agus Salim, kemarin.
Selain berhasil membawa kabur uang jutaan rupiah di minimarket Jalan Agus Salim. Kedua WNA kembali menyambangi minimarket di lokasi yang berbeda, tepatnya di Jalan RA Kartini, Bandar Lampung. Modus yang dilakukan kedua WNA itu, tak ubah dengan yang dilakukan di lokasi yang pertama.
Di minimarket ini, kedua pelaku berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp800 ribu rupiah, yang juga tersimpan didalam laci lemari kasir. Atas kejadian ini, kedua pegawai minimarket melaporkan peristiwa pencurian itu ke Polresta Bandar Lampung. Polisi masih menyelidiki kasus ini, dengan meminta rekaman cctv milik dua minimarket tersebut.
Hipnotis di Jakarta Selatan
Hal yang sama dialami Maysaroh, kasir di Rumah Makan Bebek BKB, Cipete, Cilandak, Jaksel diduga dihipnotis oleh 3 orang Warga Negara Asing (WNA). Maysaroh baru menyadari kejadian itu lima menit setelah kejadian. “Hampir 5 menit kejadian baru dia sadar, terus nangis, shock,” ujar Manajer RM Bebek BKB, Adi saat ditemui detikcom di Jalan Raya Fatmawati, Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (20/7/2018).
Peristiwa terjadi pada Kamis 18 Juli 2018 sekitar pukul 22.30 WIB. Pelaku berjumlah 3 orang teriri dari 1 orang laki-laki dan 2 orang perempuan yang diduga WN Pakistan. “Di kasir ada satu orang, tapi ada cleaning service dua dia dialihkan jauh dari kasir. Kebetulan nggak begitu ramai, waitress ada 2 lagi clean-up di zona belakang dan tengah non-smoking (area),” ungkapnya.
Aksi di Palembang
Indomaret Kantor Pos Jalan merdeka Kota Palembang menjadi korban hipnotis yang diduga dilakukan oleh dua orang diduga WNA yang kerap kali melakukan aksi kejahatannya di berbagai minimarket. Saat diwawancarai wartawan Aliyah Absah (23) salah seorang karyawan Indomaret tersebut menuturkan modus yang digunakan oleh dua terduga pelaku.
“Mereka tidak ada yang sentuh badan kami seperti tepuk pundak atau yang lain. Mereka cuma ngomong pakai bahasa asing. Terkadang bahasa Inggris, kadang juga seperti bahasa Arab, tapi ada juga bahasa asing yang kami tidak tahu dari daerah mana. Terdengarnya sangat asing di telinga,” ujarnya Rabu (19/6/2019).
Selain itu, kata Aliyah kedua terduga pelaku tersebut juga sering menggunakan bahasa tubuh sebagai isyarat saat akan meminta sesuatu. Dikarenakan mereka mengaku sebagai orang asing yang tidak bisa bahasa Indonesia. “Tapi entah kenapa, kami langsung nurut waktu mereka minta uang. Seperti tidak sadar dan tidak terjadi apa-apa,” ucapnya.
Kata Aliyah, kronologi hipnotis yang dialaminya terjadi pada Sabtu (15/6/2019) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu dia sedang bertugas di kasir dan kemudian datanglah dua orang asing yang diduga sebagai pelaku hipnotis. “Pertamanya dia masuk toko untuk jajan, beli satu minuman pakai uang Rp.50 ribu. Setelah itu bayar ke kasir dan kami transaksi seperti biasa,”ujarnya.
Setelah itu, Aliyah hendak keluar dari meja kasir karena menganggap transaksi telah selesai. Namun salah seorang terduga pelaku menghalanginya dengan dalih ingin menukar uang. “Dia ngeluarin uang Rp.50 ribu sebanyak dua lembar. Modusnya mau tukar uang, jadi saya langsung keluarkan uang Rp.100 ribu selembar,”ujarnya.
Namun terduga pelaku menolak uang yang diberikan Aliyah. Dengan menggunakan bahasa asing yang tidak dipahami dari negara mana, orang tersebut terus saja berusaha berbicara dengan Aliyah. “Bahasa Inggris bukan, bahasa Arab juga bukan, tapi saya tetap mau kasih tukar uang ke dia. Orang itu langsung jawab ‘!No… No…’ dan langsung pakai lagi bahasa asing yang saya sendiri tidak tahu itu dari daerah mana,” ujarnya.
Saat itu Aliyah seperti orang kebingungan. Dia mengaku sudah tidak tahu lagi apa yang dilakukannya. Seperti orang yang sudah dikendalikan, dia langsung menuruti permintaan terduga pelaku yang meminta uang di kasir padanya. “Nah, dari situ saya sudah tidak tahu apa-apa lagi. Tapi yang saya ingat, saya memang kasih uang ke orang itu. Tapi seperti tidak sadar, tidak tahu kenapa bisa seperti itu. Ya mungkin karena saya sudah hipnotis, jadi sudah tidak tahu apa-apa lagi,”ujarnya.
Tidak sampai disitu, salah seorang WNA terduga pelaku yang lain, juga melakukan aksi serupa pada kepala Toko tersebut yakni Winda Sukma Sari (24). Dia juga ikut menjadi korban hipnotis di waktu yang sama dengan Aliyah. “Saya dari toilet terus masuk ke kasir untuk buat daftar harga di toko. Saat itu, orang asing itu tidak terlalu saya perhatikan. Terus salah satu dari mereka nanya popok bayi ke saya. Tapi menggunakan bahasa isyarat karena kan memang mereka seperti orang asing,” ujarnya.
Setelah itu, entah mengapa Winda langsung pergi ke meja kasir untuk mengambil kunci berangkas. Bersama pria asing tersebut, Winda langsung menuju ke tempat berangkas disimpan yang memang lokasinya berbeda dengan kasir. “Orang itu terus menggiring saya dari belakang. Saya juga heran kenapa tiba-tiba nyari kunci berangkas, sudah tidak ingat apa-apa. Tapi yang saya lihat dari CCTV, kami buka berangkas dan orang itu ambil uang disana,”ujarnya.
Winda mengaku baru sadar menjadi korban hipnotis saat Aliyah yang bertugas di kasir hendak menyetor hasil transaksi hari itu. Setelah dihitung, ternyata jumlah uang sudah berkurang jauh dari sebelumnya. “Saya yang saat itu masih dalam kondisi bingung bilang ke Aliyah, ya sudah setorkan saja apa yang ada. Terus karena kepala saya sudah pusing sekali, saya langsung istirahat dan tidur di gudang sebentar, baru sadar,” ujarnya. (net/Red)