
Bandar Lampung (SL)-Pengelola SPBU Tamsis membantah mobil yang terbakar di dekat SPBU adalah karena sedang ngecor BBM. Pasalnya mobil itu sebenarnya adalah pengisi BBM umum, yang sempat mengalami eror mesin saat mengisi BBM. Dan bukan aktivitas ngecor BBM, seperti yang diramaikan orang.
Pengawas SPBU Tio mengatakan bahwa tidak benar mobil terbakar itu adalah aktifitas ngecor seperti yang disebutkan, apalagi ada kabar melibatkan oknum oknum. “Tidak benar itu mobil ngecor mas. Itu mobil umum ngisi Fertalite,” kata Tio, yang datang ke redaksi sinarlampung.com, Rabu (19/6).
Menurut Tio, berdasarkan laporan petugas operator sore sekitar pukul 19.00, mobil datang mengisi BBM Fertalite Rp150 ribu. Saat akan pergi tiba tiba mogok, mobil itu tidak mau hidup. “Tiba tiba muncul percikan api. Petugas yang ada di SPBU kemudian mendorong mobil itu keluar SPBU,” kata Tio.
Dan saat diluar SPBU itulah mobil itu terbakar. Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, pihak SPBU justru membantu memadamkan. Setelah itu mobil dibawa pergi entah oleh siapa. “Mobil itu terbakar diluar SPBU. Kami justru ikut membantu memadamkan, karena khawatir menyambar SPBU,” katanya.
Tio memastikan bahwa, tidak ada aktifitas ngecor BBM apalagi disebutkan melibatkan oknum oknum manapun. “Mobil siapa, dan dimana ya kami tidak tahu. Karena mobil umum mengisi BBM Fertalite,” katanya. (Jun)