
Palembang (SL)-Pencarian aparat gabungan TNI yang dibentuk Kodam II/Swj terhadap dugaan pelaku pembunuhan terhadap kasir salah satu minimarket di Palembang bernama Vera Oktaria (VO) 21 tahun, yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI, Prada Deri Pramana (DP), akhirnya membuahkan hasil.

Oknum TNI, Prada Deri Pramana (DP) terduga pelaku pembunuhan terhadap Vera Oktaria (VO) yang dicari sebulan lebih, akhirnya ditangkap, Kamis (13/6/2019). Prada DP ditangkap saat berada di Padepokan di daerah Serang, Banten oleh Tim gabungan dari Kodam II/Swj yang dipimpin Mayor Inf Indo Wijaya dan Kapten Inf Rizal Rolip dengan 3 orang anggota Serma Muhlisin, Serka Indarwadi, Serka Kemas Darojat dan Denpom II/Swj .*_
Penangkapan berawal, pada hari Rabu (12/6/2019) pukul. 15.00 WIB, dari informasi sdri. Elsa Panesa (tante Prada DP) beralamat Betung Kab. Banyuasin yang berkomunikasi dengan DP, Langkah dari Timsus segera menindak lanjuti posisi DP melalui tracking Satelit, hasil tracking menunjukkan posisi DP berada di daerah Kab. Serang Banten. Tak menunggu lama, Timsus gabungan Kodam II/Swj bersama sdri. Elsa langsung berangkat menuju ke Serang tempat persembunyian DP.
Keesokan harinya, Kamis (13/6/2019) DP berhasil diamankan, dan yang bersangkutan langsung di bawa Timsus ke Palembang melalui perjalanan darat. Saat ini Prada DP ditahan dan diamankan di Markas Pomdam II/Swj, Palembang.
Dalam keterangannya, Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan mengatakan bahwa, penangkapan terhadap Prada DP di Serang Prov. Banten atas kerja sama semua pihak, termasuk dari pihak keluarga DP. “Prada DP berhasil ditangkap saat berada di salah satu Padepokan yang berada di daerah Serang Banten, setelah sebelumnya terlebih dahulu melalui koordinasi dengan pemilik Padepokan tersebut”, kata Kapendam.
Penyesalan Prada Dery Pratama Perdalam Agama

Diketahui bahwa, Prada DP oknum TNI diduga melakukan pembunuhan terhadap korban Vera Oktaria (VO) di salah satu penginapan di Sungai Lilin, Musi Banyuasin Sumatera Selatan. Jum’at (10/5/2019).
Setelah melakukan pembunuhan terhadap VO, Prada DP bergegas kabur dengan naik bis kearah Lampung menuju ke Pelabuhan penyeberangan Bakauheni – Merak. Sampai di Merak DP langsung menuju salah satu Padepokan di daerah Serang, Banten milik H. Sar’i dan menginap disana selama kurang lebih satu bulan.
“Selama tinggal di Padepokan, DP sudah berubah namanya menjadi Oji bin Samsuri. Saat ini Prada DP sudah kami tahan di Markas Pomdam II/Swj, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kolonel Djohan didampingi Danpomdam Kol CPM Donald Siagian dan Asintel Kasdam II Srwijaya Kol Inf Safta F, menggelar jumpa pers terkait tertangkapnya oknum anggota TNI, Prada DP, yang disangka terkait kasus mutilasi Kasir Cantik Vera.
Prada Deri Pramana yang tertangkap terlihat Mengenakan baju kuning tahanan, ia digiring dengan ketat di markas Pom AD di dekat Kantor Walikota Palembang, Jumat (14/6/2019), di Markas Danpomdam II Sriwijaya Palembang..
Djohan Darmawan, menjelaskan tersangka ditangkap tanpa perlawanan di Padepokan Monghiang pimpinan Abuya H. Sar’i. Ia melarikan diri kesana, setelah melakukan pembunuhan di Hotel Sahabat Mulia di Jalan Hindoli, Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Musi Banyuasin. “Pada (8/5/2019) sore, yang bersangkutan meninggalkan hotel. Pada (8/5/2019) malam itu lanjut yang bersangkutan menuju ke Lampung. Dalam perjalanan itu ia sempat berkomunikasi dengan penumpang di sebelahnya, ingin mendalami ilmu Agama. Dengan orang sebelahnya dijawab ada Pondok Pesantren di Banten, namanya Monghiang,” ujarnya saat konfrensi pers di markas Pom AD II/Sriwijaya, Jumat (14/6/2019).
Sesampainya di sana, ia bertemu dengan pimpinan padepokan bernama H. Sar’i. Dalam hal ini, H. Sar’i tidak tau jika orang yang datang tersebut merupakan Deri Pramana, yang dicari-cari oleh Pomdam II/Sriwijaya dan Kodam II/Sriwijaya. “Selanjutnya ia pun diterima. Dari tanggal 10 Mei dia tiba di padepokan itu sampai dengan kemarin, yang bersangkutan mempelajari membaca Al Quran sambil bantu-bantu di sana,” ungkapnya.
Sementara, pihak Den Pom II/Sriiwjaya dan Kodam II Sriwijaya terus memburu keberadaan tersangka. Aparat yang mengejar akhirnya berhasil melacak jejak tersangka, yang sempat melakukan beberapa komunikasi dengan bibinya. “Kita tracking sampai ada beberapa komunikasi dengan bibinya. Ini langkah-langkah petugas Den Intel Kodam II/Sriwijaya dalam mengungkap kasus saudari Vera Oktaria,” tegasnya.
Pada saat ditangkap, Deri tidak melakukan perlawanan. Atas perintah panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Deri pun langsung dibawa pulang ke Markas Kodam Sriwijaya dan tiba di sana pada pukul 04.47 Jumat (14/6/2019). “Deri sendiri sudah menyesaili apa yang sudah ia perbuat. Pengakuan Deri Pramana sebenarnya ia ingin menyerahkan diri, namun masih takut. Untuk Proses selanjutnya akan dilakukan penyelidikan oleh Pom Dam II/Sriwijaya,” jelasnya.(Sudir nk)