Bandar Lampung (SL)-Nasib ratusan pemudik korban KMP Mutiara Persada II, terlantar dan masih menetap di ruang tunggu Pelabuhan Bakauheni. Mereka belum bisa melanjutkan perjalanan, karen barang barang mereka tertinggal di kapal, termasuk kendaraan mobil dan motor, sejak di evakuasi kemarin.
Kesal dengan janji janji pihak KMP, para penumpang menggelar aksi demo di Jalur masuk dan keluar dermaga III, IV, V dan VI, Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Sabtu (8/6).
Aksi penumpang di arus lalu lintas dermaga itu membuat kemacetan panjang kendaraan pada jalur tersebut. Mereka marah kepada pihak manajemen yang selalu berjanji kepada mereka untuk menyandarkan kapal dan menurunkan kendaraan mereka yang masih berada di dalam kapal.
“Ini janji-janji terus, dari kemarin disuruh tunggu jam sekian, tidak juga datang dijanjikan lagi, kami ini jauh perjalanannya,” kata Ningsih (49) salah satu Penumpang KMP Mutiara Persada II, di Pelabuhan Bakauheni.
Mereka merasa kesal atas janji yang diberikan perwakilan manajemen KMP yang mengatakan bahwa sekitar Jam 10.00 WIB kapal sudah sandar di Bakauheni tapi hingga Jam 12.45 Kapal tidak kunjung sandar. “Kata mereka jam 10.00 kapal sudah sandar, tapi kami perhatikan yang sandar di dermaga III kapal lain begitu juga kapal berikutnya yang sandar bukan kapal yang kami tumpangi,” katanya.
Hal serupa dikatakan penumpang KMP Mutiara Persada II lainnya, Suhadi yang mengatakan bahwa harus ada keputusan jelas jangan janji-janji terus. Para penumpang harus diperlihatkan bukti bahwa kapal sudah bisa menyandar. Tindakan ini adalah bentuk kekecewan para penumpang terhadap pihak manajemen. “Apabila hari ini kapal tidak sandar dan mobil kami belum bisa keluar kita akan lakukan aksi ini hingga pagi hari,” kata dia.
Sementara itu pihak Pelabuhan Bakauheni, TNI/Polri melakukan mediasi mendinginkan suasana penumpang dan memperlancar arus kendaraan di jalan masuk dermaga. Petugas memberi pengertian dan negoisasi kepada para penumpang. Agar pemudik lain bisa melanjutkan perjalanan. Para penumpangpun akhirnya tidak lagi melakukan pemblokiran jalan masuk. (jun)