
Bakauheni (SL)-KMP Mutiara Persada II, yang mengangkut pemudik dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, kandas di Pulau Rimau Balak, Lampung Selatan. Akibatnya, 500 lebih penumpang kapal harus dievakuasi menggunakan kapal milik Basarnas.

Petugas SAR menerima informasi kandasnya KMP Mutiara Persada II pada Jumat (7/6/2019) sekitar pukul 04.00 WIB. KMP Mutiara Persada II awalnya berlayar dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni. “Kandasnya sekitar pukul 04.00 WIB, itu di Pulau Rimau Balak, sekitar 1,5 mil dari Bakauheni,” kata petugas SAR Pelabuhan Merak, Radmiadi, saat dimintai konfirmasi, Jumat (7/6/2019).
Kapal tersebut mengangkut sekitar 500 lebih penumpang. Hingga saat ini proses evakuasi masih dilakukan oleh Basarnas Lampung. Para penumpang bergantian dievakuasi ke Pelabuhan Bakauheni. “Sekarang baru 130-an yang dievakuasi, gantian evakuasinya karena kapal Basarnas kan kecil,” ujarnya.
Kondisi perairan di Pulau Rimau Balak saat ini sedang surut. Hal itu menyebabkan kapal sulit ditarik ke pelabuhan. Alhasil, para penumpang dievakuasi menggunakan kapal lain. “Karena surut tadinya mau ditunda (ditarik) pakai tugboat, tapi nggak bisa, akhirnya penumpang dievakuasi,” ujarnya.
Kapal Nasional (KN) 224 Basudewa milik Badan Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Lampung dengan bantuan Tug Boat (TB) Merak, masih berupaya menarik KMP Mutiara Persada II dari lokasi kandas di Perairan Rimau Balak, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan atau 2 mil sebelah timur Pelabuhan Bakauheni.

Namun usaha kedua togboat tersebut hingga Jumat (7/6/2019) belum membuahkan hasil. Dugaan sementara kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang akan sandar di dermaga I Pelabuhan Bakauheni tersebut kandas akibat faktor cuaca.
Menurut Kepala Basarnas Pos Pelabuhan Bakauheni Feriansyah, dua buah tugboat sampai saat ini masih berupaya menarik KMP Mutiara Persada II dari lokasi kandas. “Namun seluruh penumpang berjumlah 516 orang telah dievakuasi ke ruang tunggu pelabuhan Bakauheni,” kata Feriansyah, mat (7/6/2019) siang.
Sementara Fauzi (32), salah satu penumpang kapal kandas diruang tunggu menuturkan KMP Mutiara Persada II yang berangkat dari Pelabuhan Merak, Banten mulai kandas di perairan dekat Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 03.30 dini hari. Namun kapal bantuan datang untuk melakukan evakuasi sekitar pukul 10.00 WIB.
“Awalnya kami tidak tahu kalau kapal yang kami tumpangi itu kandas. Setelah kami tahu kapal itu kandas, banyak penumpang mulai panik. Mana kondisi kapal jorok banget lagi,” kata pemudik tujuan Simpang Sribawono, Lampung Timur saat ditemui diruang tunggu pelabuhan Bakauheni.
Ditempat terpisah hingga saat ini Kantor kesyahbandaran dan Otoritas Penyeberangan (KSOP) kelas V Pelabuhan Bakauheni belum bisa dimintai keterengan terkait kelaikan KMP Mutiara Persada II yang kandas tersebut. Sementara berdasarkan catatan wartawan kapal milik perusahaan pelayaran PT ALP tersebut juga pernah pernah kandas di Pulau Rimau Balak. pada 25 April 2015 dan kandas di perairan pulau Kelapa sebelah selatan Pelabuhan Bakauheni pada 31 Desember 2017. (Red)