
Bandar Lampung (SL)-Pemanfaatan pendapatan asli daerah (PAD) untuk program pemerintah di Kota Bandar Lampung belum maksimal. Pasalnya dengan penekanan dan peningkatan retribusi dan pajak dari masyarakat, masih tidak seimbang dengan pembangunan untuk kepentingan masyarakat.
“Harus disadari bahwa kondisi PAD Kota Bandar Lampung belum dapat dimaksimalkan dalam membantu setiap program pemerintah melalui OPD terkaitnya. Faktanya jika hujan kota kita masih banjir. Pusat masih menyebut kota kita kotor,” kata Wakil Walikota Yusuf Kohar, Sabtu (11/5/2019), kepada sinarlampung.com.
Menurut Yusuf Kohar, dirinya pernah disinggung langsung oleh Agung Gumelar, dalam sebuah acara di Bandar Lampung. Dia menyebut Kota Bandar Lampung itu kotor. “Saya seagai wakil walikota ikut terpukul. Orang taunya saya wakil walikota, artinya bagian dari pemerintahan. Ini harus jadi perhatian kita,” katanya.
Yusuf Kohar menjelaskan era saat ini, model Smart City di Kota Bandar Lampung harus sudah berjalan. Terutama bagaimana meningkatkan pelayanan dan pasilitas umum bagi publik di Kota Bandar Lampung.
“Caranya sederhana, pajak dan retribusi kita sudah serba online, tinggal pemanfaatan yang tepat sasaran. Hasil retribusi, pajak, digunakan untuk pembangunan Kota, Jalan rusak diperbaiki tapi dengan kualitas baik, jangan tiga bulan rusak lagi, irigasi irigasi diperbaiki. Karena pajak dan retribusi itu yang untuk kembali pada pembangunan,” kata Yusuf Kohar.
Yusuf Kohar mengaku iri ketika melihat kemajuan pesat Kota Palembang, Banyuwangi, Jember, dan Kota Kota di daerah lain, yang mampu maksimal membangun daerahnya.
Karenanya, lanjut Politisi Partai Hanura ini, diperlukan terobosan yang tepat sasaran dalam menganalisa program kerja.
“Setidaknya program yang disusun harus benar-benar mampu menggugah kesamaan persepsi di lingkup pemerintah itu sendiri. Sehingga memunculkan daya dukung untuk mewujudkan dan menyukseskan program tersebut,” katanya.
Programnya harus tepat, jika tidak, manfaat dari sektor ini tidak akan dapat tergali maksimal. Terlepas adanya program yang harus jelas dan matang, yang tak kalah penting, menurut Yusuf Kohar ialah Pemerintah Kota (Pemko) Bandar Lampung harus membangun sinergitas dengan baik. “Sinergitas dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat harus terjalin dengan baik,” katanya. (red/jun)