
Bandar Lampung (SL)-Razia Sat Narkoba Polresta Bandar Lampung mengamankan seorang manajer perusahaan, disalah satu room karaoke 3D, di Jalan Yossudarso, Sukaraja, Bumi Waras, Bandar Lampung. Sementara Tim BNN Lampung merazia Cafe Nudi, Jalan Gatot Subroto No.16, Pahoman, Engal, Pahoman, Engal, Kota Bandar Lampung, Lampung, Minggu (28/4/2019) dinihari
Oknum Manajer berinisial AP (38) itu, dibawa ke Mapolresta Bandar Lampung, karena saat dilakukan tes urine di lokasi, dinyatakan positif mengandung narkoba jenis sabu. Selain AP, dari dalam room karaoke tersebut juga diamankan seorang pria bernisial RP (28). RP juga ikut dibawa petugas karena urinenya juga positif mengandung narkoba. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bahwa AP berasal dari Palembang.
Saat bersamaan Tim BNN juga melakukan razia di Cafe Nudi. Petugas memeriksa dan melakukan tes urine kepada para pengunjung. “Iya BNN razia semua dites urine, banyak juga yang dibawa. Kemana bawanya gak tau bang,” kata warga sekitar yang menyaksikan Rajia itu.
Sementara, sebelum ke Karaoke 3D, lebih dulu Tim Sat Narkoba Polresta merazia Arnes Central Hotel Lampung, Jalan Cut Nyak Dien, Tanjung Karang Pusat, pukul 23.00 WIB. Petugas memeriksa seluruh kamar serta pengunjung yang berada di Arnes Central Hotel Lampung. Petugas menggeledah kemudian melakukan tes urine. Dan hasilnya belum ditemukan adanya pengunjung yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkotika.
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandar Lampung Kompol Muhammad Ali Muhaidori mengatakan kegiatan itu dilakukan sebagai rangkaian cipta kondisi menjelang bulan puasa. “Razia di sana, Arnes Central Hotel Lampung juga, “Iya kita cek semua kamar di sana. Pengunjung di sana juga dites urine, hasilnya nihil penyalahguna narkotika,” katanya, Minggu (28/4/2019).
Terkait hasil razia di Karaoke 3D, Kasat Narkoba Polresta Bandar Lampung, belum mengetahui apakah benar AP seorang manajer di salah satu cafe di Bandar Lampung. “Saya nggak tahu. Tapi memang benar ada 2 orang yang diamankan dari dalam room karaoke. Soal pekerjaannya, saya belum tahu, karena masih diperiksa sama penyidik,” kata Ali saat dihubungi, Minggu (28/4/2019) sore.
Kedua orang tersebut saat ini masih berada di Mapolresta Bandar Lampung guna pemeriksaan lebih lanjut. Ali menegaskan, kegiatan razia ini merupakan cipta kondisi mempersempit peredaran narkoba menjelang bulan suci Ramadhan, akan terus dilakukan secara acak dengan lokasi sasaran adalah penginapan, kafe dan karaoke. (Afta)