
Surabaya (SL)-Oknum guru SMKN 10 Surabaya, diduga cabuli muridnya Bunga (17), saat jam sekolah, pada Kamis (4/4) sekitar pukul 13.30. Korban didamping orangtuanya kemudian melaporkan kasus ini ke pihak sekolah agar sang guru dipecat. Namun belum ada tindakan dari pihak sekolah sampai saat ini.
Korban yang didampingi ayahnya, Sukardi, mengaku dicabuli pelaku saat jam sekolah. Modusnya, korban diajak membantu memasang banner di ruangan yang situasinya sepi. Kemudian korban dirayu, dipeluk bahkan diciumi. “Dia tiba-tiba bilang kalau suka bodi saya. Gemes kalau lihat saya,” kata korban menirukan percakapan BHS kepadanya.
Tak sampai di situ, bahkan oknum guru itu juga memutarkan video porno dari ponselnya dan menanyai korban apakah pernah melakukan adegan dalam video tersebut. Hal ini membuat korban trauma dan melaporkan kejadian asusila itu ke pihak sekolah dengan didampingi orangtuanya.
Wakil Kepala Humas SMKN 10 Surabaya Hari Effendi wartawan dilangsir Jawapos.com membenarkan telah menerima aduan dari wali murid terkait dugaan pencabulan yang dilakukan salah satu oknum guru di sekolah itu. Namun, ia mengatakan pengaduan itu baru sepihak karena ada mekanisme di sekolah untuk menanggapi keluhan.
Hari mengaku akan meneruskan pengaduan dari wali murid itu kepada Kepala SMKN 10 Surabaya, H. Kamus. “Segera akan kami bentuk tim dan mengkroscek. Jadi antara siswa dan guru akan dipertemuka untuk kami selesaikan secara kekeluargaan,” kata Hari yang ditemui di SMKN 10 Surabaya, Jumat (5/4).
Sementara itu, orang tua korban, belum berencana melaporkan dugaan pencabulan yang menimpa anaknya kepada polisi. Ia berdalih ingin menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Namun, pihak sekolah harus memecat oknum guru tersebut. “Saya belum lapor polisi. Saya baru lapor ke sekolahan. Saya masih punya rasa kemanusiaan. Yang penting, orangnya mengakui kesalahannya terus dia dipecat dari sekolah,” ucap Sukardi.
Ayah korban menyebutkan, putrinya sempat mendapat video call via whatsapp dari BHS usai kejadian hari itu. “Katanya jangan bilang siapa-siapa. Intinya, diancamlah,” kata Sukardi dengan nada geram. (jawapos)