
Lebak (SL)-Empat korban suami istri dan dua anaknya, yang masih bocah, tewas terjebak dalam rukonya yang ludess dilahap si jago merah, di Pasar Simpang Utara, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Kebakaran diduga berasal dari percikan api arus pendek listrik yang kebakaran lantai dasar, Kamis (7/3/2019).

Korban tewas adalah mantan Kepala Desa Bolang Deby Irawan Hidayat (36) dan Putri ayu (32) serta kedua anaknya mereka Regan (6) dan Kanaya putri (3). Belum diketahui pasti penyebab musibah yang dialami keluarga tersebut. Diduga sumber api berasal dari konsleting listrik.
Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah satu unit mobil Pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Lebak dan aparat kepolisian Polsek Malingping melakukan upaya pemadaman.
“Ya benar, empat orang/sekeluarga meninggal dalam peristiwa tersebut. Dua orang meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dua lainnya meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinglping,” kata Kapolres Lebak Dani Arianto.
Dijelaskannya, jasad kempat korban tidak terbakar atau bahkan terpanggang namun diduga akibat kehabisan oksigen ( CO2 ) yang disebabkan banyaknnya asap dari lantai bawah. “Dari keterangan saksi, kedua korban yakni, Putri Ayu bersama anak perempuannya ditemukan di kamar mandi, sementara Deby bersama anak lelakinya di lantai kamar lantai dua,” katanya.

Dani menuturkan, peristiwa memilukan yang menyebabkan sekeluarga tewas tersebut, diketahui ketika dua orang petugas keamanan pasar diantaranya Usin warga Kampung Simpang Buana RT 10 RW 01 Desa Sukamanah seperti biasanya keliling untuk mengontrol situasi pasar.
Namun dalam aktivitasnya itu, tepatnya di toko variasi dan sparepart kendaraan milik Deby, keduanya melihat api di dalam ruko. Melihat itu, keduanya langsung memberitahukan dan melapor kepada petugas.
“Kami langsung kontak damkar. Dibantu warga akhirnya api berhasil dipadamkan. Sejumlah anggota dan warga bergegas kelantai dua dan menemukan ke empat korban yang langsung dilarikan ke RSUD Malingping. Namun nahas keempat korban sudah tidak tertolong,” tuturnya
Kapolda Banten melalui Kabidhumas Polda Banten AKBP Edy Sumardi P membenarkan peristiwa itu. “Ya peristiwa itu kali pertama diketahui oleh seorang petugas keamanan pasar yang melihat ada asap tebal dan percikan api dari ruko tersebut. Kebakaran tersebut mengakibatkan 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang meninggal dunia,” kata Edy Sumardi.

Korban adalah seorang pria beserta, istri dan kedua anaknya. Mereka yang di duga pemilik ruko tewas akibat kehabisan oksigen (CO2), Kepulan asap dari lantai bawah menuju keatas lokasi kamar korban. Sementara mereka yang sedang tidur.
“Dugaan sementaara para korban kehabisan oksigen, karena terjebak kepulan asap dalam kamar,” kata Kabidhumas.
Edy Sumardi P menjelaskan Hingga saat ini, Polisi masih Menyelidiki penyebab pasti kebakaran ruko tersebut. Kuat dugaan sementara akibat asanya arus pendek di lantai dasar ruko yang membuat percikan api menyala.
Atas kejadian tersebut barang milik korban hangus terbakar diantaranya Spare parts Kendaraan R2 dan R4, mesin printer, 3 Unit Kendaraan dan sementara untuk kerugian materill. “Kerugian diperkirakan sebanyak Rp1,5 miliar,” jelasnya. (Ahmad Suryadi/binsar)