
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Dugaan kedekatan oknum Lurah Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, berinisial YS dengan seorang perempuan yang telah bersuami berinisial HS yang diketahui bidan Posyandu mencuat dan memicu persoalan rumah tangga.
Pemerintah Kota Bandar Lampung didesak memeriksa dugaan tersebut dan menjatuhkan sanksi apabila ditemukan pelanggaran.
Persoalan tersebut mencuat setelah suami HS mengaku menemukan sejumlah percakapan WhatsApp antara istrinya dengan YS yang menurutnya bernuansa pribadi dan tidak berkaitan dengan kepentingan pekerjaan.
Menurut suami HS, percakapan tersebut antara lain membahas pertemuan, makan siang, saling mengirim foto hingga dugaan bepergian menggunakan satu kendaraan.
Ia mengaku persoalan tersebut membuat rumah tangganya mengalami keretakan. Bahkan, dirinya menyatakan tengah mempertimbangkan langkah hukum dan proses perceraian.
“Suami mana yang tidak marah dan kecewa,” ujar suami HS.
Dalam keterangan yang disampaikan pihak suami, YS juga disebut pernah mengakui adanya kedekatan tersebut dan menyatakan dirinya salah serta khilaf.
Namun, keterangan tersebut masih perlu dikonfirmasi langsung kepada YS untuk memastikan konteks dan kebenaran informasi yang disampaikan.
Persoalan tersebut kemudian memunculkan desakan agar Pemkot Bandar Lampung melakukan pemeriksaan terhadap YS dan pihak-pihak terkait.
Pemeriksaan dinilai diperlukan untuk memastikan apakah komunikasi maupun kedekatan yang dipersoalkan berkaitan dengan pelanggaran disiplin, kode etik, atau ketentuan lain yang berlaku
Jika dalam pemeriksaan resmi ditemukan pelanggaran, pihak yang terbukti melanggar dapat diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi pihak yang mendorong pemeriksaan, persoalan tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai masalah pribadi apabila terdapat dugaan keterkaitan dengan perilaku seorang pejabat pemerintahan.
Sebab, pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap kewajiban dan etika sebagai aparatur pemerintahan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan langsung dari YS maupun HS mengenai dugaan tersebut. Pemkot Bandar Lampung juga belum memberikan keterangan terkait kemungkinan pemeriksaan terhadap persoalan tersebut. (*)