
Muba (SL)-Lagi Lagi Rusak nya Jalan Lintas Sekayu penghubung Penukal Abab Lematang Ilir (Pali) rusak parah. Bahkan mirip kubangan kerbau. Kerusakan Jalan Sekayu-Pali tepatnya di KM 10 Kelurahan Soak Baru Kecamatan Sekayu itu juga menggangu perekonomian, dan proses belajar mengajar.

Berdasarkan pantauan Sinarlampung.com kondisi jalan Provinsi antar kabupaten Muba itu banyak mengalami kerusakan. Setiap hari jika panas berdebu, dan hujan menjadi lumpur, lubang besar, genangan air, dan timbunan batu gunung menghiasai jalan tersebut. Tidak sedikit kendaraan yang mengalami kecelakaan, dan pemandangan kemacetan panjang arus lalulintas.
Selasa (12/2) sebuah truk tepater dilubang yang berlumpur dengan kedalaman lebih-kurang satu meter. Kemacetan mencapai 2 kilometer pun terjadi. Hal ini menjadi keluhan para sopir2 trux dan para pengguna jalan bahkan gara-gara mobil yang mereka tumpangi terjebak kemacetan, puluhan anak-anak sekolah terpaksa pulang karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk bersekolah.
“Kami sudah biasa pak menunggu seperti ini apalagi musim hujan. Sedang kan pemerintah Muba ika terutame dari Dinas PUPR Raga tidak senergi dengan Propinsi. Shingga jalan kami di sika rusak parah bak berkubangan kerbau/ Gara-gara kerusakan jalan kami susah kadang magrip tiba dirumah bahkan kami sering telat datang ke Sekolah,” katanya.
Seperti hari ini, kami terpaksa pulang karena waktu sudah tidak memungkinkan lagi untuk bersekolah, mana sekarang ini sudah mendekati ulangan Sekolah,” ujar Deni (18) siswi SMKN Sekayu asal desa Rantau Sialang saat kepada sinarlampung.com
Sementara Ari (45) pengguna jalan itu mengutarakan, kalau kondisi jalan Sekayu-Pali sekarang ini mengingatkannya ke era tahun 80an. “Persis di era tahun 80an kendaraan tak pernah bersih saat melintas, apalagi pengguna roda dua, setibanya dikota Sekayu mau tak mau mencari air untuk mencuci sepatu dan kaki sepan yang kotor terkena lumpur. Hanya bedanya ditahun 80an itu, kerusakan jalan terjadi secara menyeluruh karena memang belum di aspal,” Ujarnya.
Sementara itu salah satu sopir truck angkutan mengaku, jika dirinya sempat bermalam dijalan Sekayu-Pali gara-gara mobil yang dikendarainya rusak saat tepatar di jalan Sekayu -PAli. Terkadang masyarakat muba dan sekitarnya serba-salah melintas dijalan ini apalagi dimusim hujan.
“Jika kurang hati-hati mobil bisa tepatar bahkan terjungkal, hendaknya pemerintah Muba segera untuk di perbaiki jangan mentang jalan provinsi. Masyarakat muba sering mengeluh dan terhambat setiap hari mau lewatin jalan tersebut,” katanya.
Seharusnya Dinas PUPR Muba harus mempunyai kebijakan untuk memperbaikinya jalan tersebut atau setidaknya melakukan tanggap darurat, “Dan harus bersirnegi dengan Propinsi supaya masyarakat nyaman melewati jalan tersebut jika dibiarkan seperti itu kerusakan semakin parah Dan masyrakat muba yang menderita,” katanya. (Sudir. Nk)