
Lampung Selatan (SL)-Sejumlah tenaga kesehatan, di Puskesmas Rawat Inap, Tanjung Sari Natar, Lampung Selatan mengeluhkan adanya pemotongan dana Bok Triwuan 3 dan 4 Tahun 2018. Pemotongan dana tersebut diduga dilakukan oleh KUPT dan Bendara Puskesmas. Namun KUPT membantah adanya pemotongan.
“Bukan dipotong lagi mas, memang kami tidak menerima dana Bok Triwulan 3 dan 4. Dengan alasan dana tersebut dipergunakan pada acara lomba Kesrak,” kata sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu.
Dia juga merincikan, tidak diberikannya dana BOK tersebut, dengan alasan untuk pengeluaran lomba desa dan kunjungan ibu negara Iriana Jokowi saat ke Lampung. Rincian untuk pengeluaran lomba desa, sekitar Rp53 juta.
Pengeluaran kunjungan ibu negara Rp83 juta, total 136.865 juta. “Akibatnya banyak kegiatan Puskesmas yang tidak berjalan dengan baik, dan pengelola kegaitan Puskesmas mengeluh,” katanya.
Semestinya jika diberikan dana BOK Tri Wulan 3 dan 4 program yang ada di Puskesmas, Tanjung Sari Natar dapat berjalan lancar. Kisaran dana BOK Tri Wulan 3 dan 4 yang tidak diberikan pada pemegang kegiatan itu mencapai Rp. 195 juta.
Sementara KUPT Puskesmas Tanjung Sari, Natar, Lampung Selatan Bahrem Nortazulu membantah dugaan pemotongan oleh KUPT dan bendahara, terhadap uang dana Bok Triwuan 3 dan 4 Tahun 2018. “Saya katakan tidak ada itu. Dan tidak benar,” kata Bahrem, di kantin depan Puskes, Jum’at (18/1).
Bahrem menjelaskan bahwa, sebagai KUPT tidak dirinya tidak pernah pegang uang. Ada petugas yang mengantur dan menyesuaikan dengan program. “Dari nilai dan jumlahya saja salah. Dana BOK termin 3 dan 4 itu masih proses SPJ, selesai saja belum bagaimana mau digunakan,” katanya.
Barhem memastikan bahwa tidak benar adanya pemotongan anggaran apapun yang menjadi program puskesmas. “Semua tersalur sesuai tufoksi, dan ketentuan. Justru semenjak disini kami terus melakukan pembenahan.” katanya.(Jun)