
Pringsewu (SL)-Epidemi HIV menunjukkan pengaruhnya terhadap peningkatan epidemi TB di seluruh dunia yang mengakibatkan meningkatnya jumlah kasus TB di masyarakat.
“Di lndonesia, diperkirakan terdapat 3% pasien TB dengan status HIV positif. Dan, pengendalian TB tidak akan berhasil dengan baik tanpa keberhasilan pengendalian HIV,” kata Wakil Bupati Pringsewu Dr H Fauzi saat membuka kegiatan CSO Coordination & Networks at District Level (Community TB-HIV Care Aisyiyah Pringsewu) di Hotel Regency, Pringsewu, Kamis (3/2).
Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan IDI, IBI, PPNI, IMM, KNPI, GOW, LPA, Ratu Sewu, RSUD, RS Mitra Husada, sejumlah OPD Pemkab Pringsewu terkait, serta organisasi dan komunitas lainnya ini dihadiri oleh anggota DPRD Pringsewu Hartono, Kadis Kesehatan Pringsewu Purhadi, serta Ketua PD Aisyiyah Pringsewu Dra.Hj.Umi Kursiyati, M.Pd.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan rewards kepada kader TB-HIV Care Aisyiyah Ananda Suwarni, pengelola program TB puskesmas Ambarawa Purwadi Ibnu Ahmad, S.Kep., dan tenaga ahli teknologi laboratorium medik Puskesmas Pagelaran Ari Handoko.
“Saya atas nama pemerintah daerah sangat mendukung digelarnya kegiatan ini. Hal ini mengingat epidemi HIV menunjukkan pengaruhnya terhadap peningkatan epidemi TB di seluruh dunia yang mengakibatkan meningkatnya jumlah kasus TB di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, koordinator pelaksana program Komunitas TB-HIV Kabupaten Pringsewu Muhammad Iqbal sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu dan unsur terkait, dalam rangka penanggulangan TB-HIV. Misalnya dalam bentuk Peraturan Bupati dan atau Peraturan Daerah. (Wagiman)