
Bandarlampung (SL) – Sultan Sekala Bkhak Saibatin Puniakan Dalon Beliau (SPDB) Edward Syah Pernong memberi apresiasi kepada Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit. Sebab orang nomor dua di tanah minang itu menyambut dan sangat peduli dengan delegasi dari Kerjaan Sekala Bkhak saat menghadiri Festival Keraton Nusantara (FKN) XII yang berlangsung sejak (27/11) di Kerajaan Pagaruyung. “Saya atas nama Kerajaan Sekala Bkhak Kepaksian Pernong mengucapkan banyak terima kasih atas keterbukaan, kebaikan dan kehangguman Wakil Gubernur Sumatera Barat adinda Nasrul Abit. Sesuai gelar adatnya Datuk Malintang Panai, menunjukkan bahwa beliau sosok yang peduli dengan adat istiadat,” kata Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan ke-23 itu, Kamis (29/11/2018).
Menurut purnawirawan jenderal yang juga mantan Kapolda Lampung itu, Nasrul Abit merupakan keluarga besar Sekala Brak Kepaksian Pernong. “Hubungan baik antara saya dan beliau sudah terjalin sejak lama. Apalagi beliau pernah meniti karir di tanah Lampung, Beliau sudah saya anggap sebagai saudara. Jadi wajar bila beliau begitu hanggum dengan pasukan Sekala Brak Kepaksian Pernong setiba di Pagaruyung,” kata Pun, sapaan takzim Edward.
Bahkan Edward juga menceritakan tentang sosok Nasrul yang hamble, protagonis, dan rasa persaudaraannya terhadap orang lain begitu tinggi. “Beberapa tahun yang lalu, Pasukan kita belajar dan berguru pencak silat dibatu sangkar. Orang-orang Lampung selama disana diurus dan diperhatikan oleh mereka. Sungguh berjiwa besar, ikhlas dan baik,” katanya.
Pada gelaran akbar FKN itu, Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bkhak Kepaksian Pernong Lampung mengutus sedikitnya 230 punggawa kerajaan. Para punggawa yang terdiri dari Saibatin Marga, Saibatin Kebandaran, Raja Jukku, Batin Kepala Sumbai, Kepala Kebu, Panglima dan Wakil Panglima Adat. Kemudian para Bahatur dan Pendekar, Mulai Mekhanai Paksi, Jajakh Itton dan Jajakh Kiemas, Tekhakot Pedang dan Tekhakot Tumbak, Pasukan Panah Sekilap Wawwas, Tim Seni Kerajaan dan Dokumentasi serta humas.
Ketua Humas Kerajaan Dedy Tisna Amijaya menyampaikan pasukan-pasukan iyu berasal dari Bandar Lampung, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat. “Mereka ini merupakan pasukan gedung dalom kepaksian pernong yang sejak dulu kala membuka negeri baru,” sampai Deddy. (net)