
Lampung Selatan (SL)-Warga miskin dipinggiran pusat Kota, yang kian terjepit ekonomi dan kesehatan acap kali terabaikan. Ironisnya, pemerintahan Pekon dan Puskes, dan petugas kesehatan pun lalai dengan tanggung jawab bagi kesehatan masyarakat sekitarnya.
Endang dan Junaesih, suami istri, Warga Dusun Neglasari, Desa Neglasari, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, menafkahi hidup dengan buruh serabutan petanian. Diditengah kesulitan ekonomi, kini mereka di uji dengan kondisi bayi mereka, Aji Wijaya (3), yang menderita kelainan di bagian pusar, “Jika tertawa, ususnya keluar, tidak tahu kami ini sakit apa,” kata Junesih, kepada sinarlampung.com, Minggu (16/9).

Junaesih menceritakan, penyakit anaknya itu sudah ada sejak sejak dia di lahirkan kondsinya. “Apa salah potong pusat atau ada apa tidak tau pak. Sampai saat ini sering mengeluarkan darah dan mengeluarkan air dibagian pusarnya. Ya periksa periksa biasa saja pak,” katanya.
Junaesih, mengaku parah karena jika ingin mendapatkan tindakna medis yang serius pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Aparat desa, pamong, atau petugas kesehatan, ya banyak yang tahu, tapi belum ada respon dan solusi buat kami pak,” katanya.
Menurut Junaisih, Aji, anaknya pernah di buatin BPJS. Tapi BPJS yang Mandiri untuk kelas 3. Dan itu harus bayar sendiri. “Tapi kami sudah nunggak 8 bulan. Bagai mana tidak menunggak pak. Buat makan aja susah apa lagi suruh bayar BPJS bulanan. Sedangkan bpjs mandiri gak bisa bayar per orangan melainkan harus bayar semua yg terdaftar,” katanya.
Bagaimana dengan petugasa PKH, dari pengakuan keluarga Aji, belum ada satupun PKH atau bidan desa yang jenguk keadaan Aji. “Ya Aji dulu lahir di bidan desa hingga saat ini kami hanya bisa pasrah,” katanya.
Penggiat masyarakat Lampung Selatan, yang datang mengunjungi kediaman Aji dan ibunya, mengaku prihatin melihat kondisi kehidupan Aji, dan ibunya. “Saat ini mereka sangat membutuhkan ulurantangan dari para dermawan. Sudah 3 tahun Aji sakit, bocah itu mengalami kelainan di pusar seperti infeksi yang kunjung sembuh dan kedua orang tuanya sudah tidak memiliki biaya. Ini korban kerakusan penguasa luput dari mata pemeritah,” katanya. (yos/jun)