
Banten (SL)-Gedung PUPR Banten yang megah menjulang tinggi dan mewah itu dikelilingi aroma busuk mirip aroma tinja. Dugaan sementara aroma itu berasal dari IPAL bangunan gedung yang tak berfungsi dengan baik. Gedung PUPR Banten yang di bangun oleh PT Jaya dan di resmikan pada tahun 2017 yang menelan anggaran Rp48 miliar.
Berdasarkan pantauan Sinarlampung.com di lokasi kantor PUPR, terasa aroma bau busuk mirip bau tinja menyebar di sekeliling gedung mewah milik PUPR Banten itu. Para pengunjung gedung termasuk awak media dan aktivis yang berada di lokasi juga merasakan bau yang sama. “Aroma busuk mirip bau tinja ini menyengat sekali, Bau tinjanya terasa bener. Ini pembangunan bagaimana, kok bisa bau aroma begitu terasa, dan betah,” kata Sigit.
Senada dengan Sigit, Febi yang mencium bau busuk itu menyayangkan aroma tak sedap itu terkesan dibiarkan, sementara gedung begitu mewah. “Gedung mewah tapi bau tinja, emang pejabatnya gak terasa atau memang di nikmati saja aroma bau tinja ini,” ucap Feby.
Sementara itu salah seorang konsultan perencanaan, yang biasa melakukan perencanaan di Propinsi Banten, saat dimintai tanggapannya mengenai hal ini, menyatakan bahwa setiap pembngunam sebuah gedung mewah dan bertingkat, harus dilakukan uji kelayakan dahulu. Dia menerangkan bahwa bau aroma tinja itu bisa saja di sebabkan oleh kebocoran pipa atau pemasangan pipa yang tidak benar.
“Oke ini hanya sebagai acuan saja ya. Sehubungan teman-teman minta acuan akan saya terangkan. Karena saya bukan perencanaanya. Bahwa biasanya pembngunam sebuah gedung mewah dan bertingkat, harus di uji kelayakan dahulu. Bau aroma tinja itu bisa saja di sebabkan oleh kebocoran pipa atau pemasangan pipa yang tidak benar,” katanya.
Seharusnya, kata Dia, pertama dibangun, harus di lakukan uji kelayakan. Sehingga kebocoran pipa tidak terjadi. termasuk hal hal lain. “Agar tidak terjadi demikian,” katanya. (Ahmad Suryadi)