
PEKANBARU, sinarlampung.co– Pihak pengelola Rest Area Tol Pekanbaru–Bangkinang memberikan klarifikasi resmi terkait keluhan pekerja mengenai Tunjangan Hari Raya (THR), BPJS, dan upah lembur.
Dalam mediasi yang dilakukan, pihak pengelola menegaskan bahwa persoalan tersebut murni disebabkan oleh salah paham dan kendala administrasi akibat perubahan sistem manajemen.
Pertemuan mediasi yang berlangsung kondusif ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Muara Jalai, Fajrul Hapzi, serta perwakilan pekerja swakelola yang merupakan warga desa setempat.
Pimpinan Rest Area, Yos, didampingi pengelola lapangan, Wahyudi, menjelaskan bahwa hak THR para pekerja tidak diabaikan, melainkan sedang dalam proses birokrasi internal.
“Ini sebenarnya hanya miskomunikasi. Pengajuan THR para karyawan sudah diproses oleh perusahaan dan dalam waktu dekat akan segera dicairkan kepada seluruh pekerja,” tegas Wahyudi dalam pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pada awal 2026, terjadi transisi sistem pengelolaan dari pihak ketiga (vendor) menjadi swakelola langsung oleh perusahaan. Perubahan ini berdampak pada penyesuaian administrasi data karyawan, termasuk proses pengaktifan kembali kepesertaan BPJS.
Komitmen Hak Pekerja dan Pemberdayaan Lokal
Pihak pengelola berkomitmen untuk membenahi sistem komunikasi internal agar hak-hak pekerja, termasuk upah lembur, dapat terdata dan terbayarkan sesuai aturan yang berlaku.
Selain isu kesejahteraan, pengelola juga menepis anggapan minimnya kontribusi terhadap lingkungan sekitar. Berdasarkan data manajemen, Rest Area Tol Pekanbaru–Bangkinang justru menjadi motor penggerak ekonomi warga lokal.
“Sekitar 80 persen pekerja di sini adalah warga tempatan, khususnya dari Desa Muara Jalai. Kami mengutamakan masyarakat sekitar untuk mengisi lapangan kerja yang ada,” tambah pihak pengelola.
Kepala Desa Muara Jalai, Fajrul Hapzi, menyambut baik transparansi yang ditunjukkan pihak pengelola. Dengan adanya kepastian ini, para pekerja diharapkan tetap tenang dan fokus menjalankan tugas pelayanan bagi pemudik di masa angkutan Lebaran.
Pihak manajemen berjanji akan memperbaiki pola komunikasi agar operasional rest area berjalan harmonis tanpa adanya sumbatan informasi di masa mendatang. (Red)