
Pringsewu (SL)-Wakil Bupati Pringsewu Dr. Hi. Fauzi melakukan evaluasi dan monitoring atas persoalan kemiskinan di Kabupaten Pringsewu. Meski persoalan kemiskinan itu terjadi secara nasional, akan tetapi masing masing organisasai perangkat daerah (OPD) memiliki perang tanggung jawab dalam upaya melakukan intervensi kemiskinan yang terjadi.
Wakil Bupati menjelaskan bahwa permasalahan kemiskinan merupakan permasalahan bersama dari tingkat nasional sampai daerah, karena itu, setiap OPD berperan dalam mengintervensi penurunan angka kemiskinan. “Kemiskinan struktural terkait dengan kultur masyarakat. Adanya kebijakan yang jelas mengenai kriteria kemiskinan sangat diharapkan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh berbagai faktor di antaranya manusia itu sendiri.” kata Fauzi, saat memimpin Rakor di Ruang Rapat BAPPEDA Kab. Pringsewu, Senin (03/09).
Selaku Ketua TKPKD Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Pringsewu, harus melakukan koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. “TKPKD mempunyai target yang jelas dan mempunyai strategi serta prinsip untuk menurunkan angka kemiskinan. Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak yang ada di masyarakat,” katanya.
Strategi dari penanggulangan kemiskinan ini, kata Fauzi merupakan output dari TKPKD yang harus diuji dan dievaluasi secara kontiniu. “Saya juga mengajak peserta untuk meningkatkan kepedulian, semangat dan menjadikan pekerjaan sebagai ladang amal. Pemerintah sudah berupaya untuk mengentaskan kemiskinan dengan cara penguatan lembaga masyarakat dan penguatan permodalan masyarakat seperti pemberian beasiswa dan raskin yang dialokasikan dari APBN dan APBD,” katanya.
Hadir pada rapat itu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra. Setdakab., Kepala BAPPEDA Relawan, Kepala Kantor BPS Pringsewu Eddy Prayitno, LSM Yayasan YKWS Febrilia Ekawati, Perwalikan Unsur OPD yang tergabung dalam TKPKD, dan Para Camat. (Wagiman)