
Lombok Timur (SL)-Gedung kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur porak-poranda akibat gempa susulan dengan kekuatan 6,5 SR minggu siang siang hari. Kemudian disusul dengan gempa 7,0 Skala Richter (SR) dan gempa susulan lainnya, Minggu malam (19/8) lalu.
Kondisi kantor dewan terlihat dengan konsidi ruang sidang paripurna DPRD Lombok Timur itu berantakan, plapon maupun rangka bajanya berterbangan, dan abruk. Meski sebelumnya sudah dilakukan perbaikan terhadap plapon yang rusak tersebut,akan tapi kembali di hantam gempa yang sama.
Selain itu, tembok-tembok gedung dewan yang berdiri kokohnya mengalami keretakan yang cukup parah dari sebelumnya. Sehingga dampaknya sangat berbahaya bagi anggota dewan, dan pegawai jika di tempati, apalagi jika terjadi gempa susulan.
Kabag Humas dan Hukum Setwan Lotim, H. Ahyan mengatakan kalau ruang sidang paripurna DPRD Lombok Timur semakin parah rusaknya. “Memang kalau dilihat kondisi ruang sidang paripurna semakin parah, meski sebelumnya sudah sempat diperbaiki tapi begitu gempa susulan rusak lagi,” kata Ahyan.
Wakil Ketua DPRD Lotim, H Ridwan Bajry kepada wartawan juga menduga kontraktor yang mengerjakan gedung megah DPRD Lombok Timur lebih memikirkan untung dari proyek tersebut.Terlihat dari kualitas bangunan sudah mulai rusak, sedangkan nilai proyeknya mencapai puluhan milyar.ā
ā
“Simple saja kita ngomong kalau kontraktor disinyalir atau diduga lebih mementingkan keuntungan yang banyak, ketimbang kualitas, karena melihat kualitas pekerjaan bangunan yang ada,” kata Ridwan Bajry.
Ridwan yang juga Ketua DPD PAN Lombok Timur menambahkan melihat dengan kondisi gedung dewan saat ini yang rusak. Tentunya sangat menganggu pekerjaan,dengan tidak berani masuk ke dalam. “Tidak ada brani masuk kedalam kantor. Jika ada gempa susulan akan ambruk itu yang kami takutkan,” tandas Ridwan. (net/jun)