
Lampung Tengah (SL)-Produk beras singkong dan beras jagung yang dipamerkan pada ajang Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2018 di Jakarta pada Jum’at (6/7) mendapat respon positif dari pengunjung. Bahkan, produk tersebut mampu menarik minat pengusaha untuk memasarkan ke seluruh Indonesia dan luar negeri.
Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto yang hadir pada kegiatan APKASI Otonomi Expo 2018, mengatakan, banyak potensi yang ditampilkan Lampung Tengah. Melalui pameran tersebut produk unggulan dari Lampung Tengah diharapkan mampu menembus pangsa pasar nasional.
“APKASI Otonomi Expo tahun ini menjadi ajang promosi investasi dan potensi unggulan yang ada. Salah satunya adalah beras singkong dan beras jagung. Kita berharap kedepannya, produk unggulan yang kita pamerkan bisa diterima luas di kalangan masyarakat, baik dalam dan luar negeri,” ujar Loekman Djoyosoemarto, Minggu (8/7).
Senada disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lampung Tengah A. Helmi mengatakan, bahwa banyak pengunjung yang datang ke stan Lampung Tengah pada APKASI Otonomi Expo. Tak hanya itu, pada businnes meeting yang diikuti seluruh kabupaten se-Indonesia, produk Lampung Tengah dilirik oleh pengusaha.
“Produk beras singkong dan beras jagung kita dilirik pengusaha pada businnes meeting. Memang harga beras singkong dan beras jagung lebih mahal dari beras padi. Tapi dari sisi manfaat bagi seseorang yang tidak bisa mengonsumsi beras padi, ini lebih baik. Mudah-mudahan beras singkong dan beras jagung bisa dipasarkan lebih luas bukan hanya di Lampung saja tapi hingga seluruh Indonesia. Kita tinggal menunggu untuk penandatanganan MoU saja,” beber Helmi.
Rapat Kerja Nasional XI APKASI di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (6/7), dibuka Presiden Joko Widodo. Dari Lampung Tengah, selain Wabup Loekman hadir pada kegiatan itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu A. Helmi, Kepala Dinas Perindustrian Nuliana, Kepala Dinas Pertanian Rusmadi, dan Kepala Badan Litbang I Gusti Nyoman Suryana (Ersyan)