
Bandarlampung, sinarlampung.co — Setelah melalui pencarian intensif selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan dua jenazah remaja yang tenggelam di aliran Sungai Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Minggu 5 Juni 2026. Kedua korban ditemukan meninggal dunia tak jauh dari titik awal mereka dilaporkan hilang.
Dua Remaja Hanyut di Sungai Pekon Jogyakarta Pringsewu
Proses evakuasi sempat menghadapi hambatan di lapangan. Petugas dihadapkan pada tumpukan sampah dan batang pohon besar yang hanyut terbawa arus hingga mengendap di dasar sungai.
Komandan Tim (Dantim) Rescuer Basarnas Lampung, M. Ricky Chandra, mengungkapkan bahwa korban pertama yang berhasil ditemukan adalah Agam Dino Putra (16), warga Pekon Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo. Korban ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian pada pukul 13.35 WIB.
Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.00 WIB, tim gabungan kembali menemukan korban kedua, Faris Bin Heru (16), warga Pekon Kresnomulyo, Kabupaten Pringsewu, dalam posisi berjarak sekitar 50 meter dari titik tenggelam.
“Kedua jenazah langsung dievakuasi dan telah diserahkan oleh Tim SAR Gabungan kepada pihak keluarga masing-masing,” kata Ricky Chandra, Minggu 5 Juni 2026 sore.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian di bawah komando Basarnas tersebut resmi dihentikan. “Operasi SAR kami nyatakan ditutup pada pukul 16.00 WIB, dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” pungkasnya.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Sabtu 4 Juli 2026 sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, kedua korban bersama tiga rekan lainnya—Rafael, Qieta, dan Egi—sedang bermain di tepi sungai menggunakan rakit yang terbuat dari pelepah pisang dan bambu.
Nahas, ketika Faris dan Agam turun ke bagian sungai yang semula hanya sedalam pinggang orang dewasa, arus air mendadak berubah menjadi sangat deras dan langsung menyeret tubuh kedua remaja tersebut.
Ketiga rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan meraih tangan Faris dan Agam untuk diseret ke tepi sungai. Namun kuatnya arus membuat pegangan tangan mereka terlepas, hingga kedua korban kembali hanyut dan hilang ditelan aliran sungai.
Rekan korban yang selamat segera melaporkan insiden itu kepada perangkat desa setempat, yang kemudian diteruskan ke pihak Basarnas Lampung hingga informasi diterima pukul 14.30 WIB. Tim Rescue Basarnas Lampung langsung bergerak ke lokasi dan memulai penyisiran menggunakan perahu karet sejak pukul 16.25 WIB pada hari Sabtu.
Dalam operasi hari kedua, tim gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Penyelaman dan penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet Basarnas, perahu fiber milik BPBD Pringsewu, serta pemantauan visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai.
Keberhasilan operasi ini merupakan hasil sinergi dari berbagai unsur yang terlibat, di antaranya Basarnas Lampung, BPBD Kabupaten Pringsewu, Polsek Gadingrejo, Babinsa, Forum Relawan Rescue Lampung (FRRL), aparat pekon setempat, serta bantuan dari pihak keluarga korban dan masyarakat sekitar. (Red)