
Lampung Utara (SL) – Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Dorowati melaksanakan akhir pendidikan santri Pondok Pesantren, Madrasah, dan Pendidikan Anak Usia Dini. Kegiatan wisuda santri Pondok Pesantren Nurul Huda Dorowati yang diasuh Mahfud Suwito ini, dipusatkan di lingkungan ponpes yang berlokasi di jalan Umbul Santri Dorowati Desa Penagan Ratu Kecamatan Abung Timur Kab. Lampura, Senin (14/05/2018).
Dalam kesempatan tersebut, Edi Widodo, tokoh masyarat setempat, menyampaikan nilai yang terkandung dalam pendidikan yang bernaung dalam ajaran agama Islam akan mampu memberikan kekuatan keimanan bagi anak-anak sejak dini. “Saat ini, begitu mirisnya melihat perilaku anak didik yang terkesan kurang mendapatkan pendalaman nilai-nilai keagamaan. Di akhir pelaksanaan pendidikan, para siswa didik meluapkan kegembiraan tanpa mengedepankan etika dan tatakrama. Berbeda dengan pelaksanaan pendidikan yang bermatra pada nilai-nilai keagamaan. Lebih tertib, khidmat, dan penuh kesantunan,” urai Edi Widodo.
Dijelaskannya, pembinaan ahlak harus menjadi motivasi otang tua di masa mendatang guna mewujudkan generasi penerus yang memiliki kekuatan keimanan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Dorowati, Dedy Andrianto, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran warga dan mendoakan agar warga yang berkesempatan hadir diberikan rahmat dan keridhoan dari Allah SWT.
“Pendidikan agama itu begitu penting. Di era modern seperti saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat luar biasa. Apabila anak-anak kita tidak dibentengi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, tentunya dapat mengakibatkan kehancuran bagi kehidupan dan perkembangan bangsa. Diharapkan kedepannya, Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Dorowati dapat lebih berkembang dengan pesat tanpa dibatasi hal-hal yang bersifat teknis,” ujar Dedy Andrianto, yang juga anggota DPRD Lampura ini.
Selain itu, lanjut Dedy Andrianto, peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika pun saat ini sangat memgkhawatirkan. “Pada kesempatan ini tak lupa saya sampaikan bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkotika begitu menggurita. Bayangkan, jaringan pengedar dan penyalahgunaan narkotika sudah masuk sampai ke dusun-dusun. Untuk itu, kita juga harus komitmen untuk memerangi narkotika demi menciptakan generasi emas di Kab. Lampura yang terlahir dari Dusun Dorowati. Jauhi dan laporkan jika ditemukan hal-hal yang terkait dengan narkotika,” papar Dedy Andrianto, yang juga Ketua DPK PKPI Kab. Lampura.
Dirinya juga mengimbau begitu pentingnya membentengi diri anak dengan tuntunan ilmu agama sejak usia dini agar kelak mampu menutup diri terhadap paham radikalisme yang menggerogoti keutuhan serta kebhinekaan NKRI. “Perkembangan paham radikalisme juga sangat mengkhawatirkan. Sebagai contoh, salah satu terduga pelaku teroris di Cianjur merupakan warga Lampung Utara. Untuk itu, kepada pengurus dan segenap tenaga pendidik berkewajiban serta sangat menentukan hasil dan kualitas pendidilan santri guna menepis godaan dan hasutan dari paham radikalisme,” imbaunya.
Diakhir acara, Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Nurul Huda Dorowati memberikan penghargaan kepada santriawan dan santriwati berprestasi. (Ardi)