
Lampung Barat, sinarlampung.co – Fenomena langka terjadi di Lampung Barat. Hujan deras disertai butiran es putih bening mengguyur pemukiman warga, minggu (1 November 2026).
Hujan Es tersebut dirasakan oleh warga di enam wilayah di Kecamatan Balik Bukit, yakni Pekon Watas, Gunungsugih, Padang Dalom, Padang Hanakau, Kelurahan Waymengaku dan Pasar Liwa.
Seperti terlihat dalam foto yang beredar, es dengan ukuran sebesar kelereng hingga jagung terkumpul di atas parabola dan di dalam ember, membuat warga heboh.
Banyak yang bertanya, bukankah Indonesia negara tropis yang panas? Mengapa bisa turun hujan es?
Penjelasan ilmiahnya ada pada awan Cumulonimbus (Cb).
1. Berawal Cuaca Panas yang Ekstrem
Cuaca di Lampung Barat dalam beberapa hari terakhir sangat terik di pagi hingga siang. Panas ini menyebabkan penguapan air laut dan daratan yang sangat tinggi. Uap air panas naik dengan cepat ke atas.
2. Terbentuk Awan Raksasa Cumulonimbus
Karena dorongan panas, uap air naik hingga ke ketinggian 10-15 Km di atas permukaan laut. Di atas, suhu sangat dingin, bisa mencapai -40 hingga -80 derajat Celcius. Uap air yang naik itu membeku menjadi kristal es.
3. Proses Naik-Turun di Dalam Awan
Di dalam awan Cb, terjadi angin kencang naik-turun yang disebut Updraft dan Downdraft. Butiran es kecil yang sudah terbentuk terlempar naik lagi ke atas, bertemu dengan air, membeku lagi, jadi makin besar. Proses ini berulang-ulang.
Itulah mengapa bentuk es di foto Lampung Barat tidak bulat sempurna seperti es batu kulkas.
Bentuknya Bening dan putih susu Karena lapisan es bening (beku cepat) dan putih (ada udara terjebak saat beku). Tidak beraturan dan menggumpal Karena beberapa butir menempel saat jatuh bersamaan, ini disebut Graupel atau Soft Hail
4. Akhirnya Jatuh karena Sudah Terlalu Berat
Ketika angin di dalam awan sudah tidak mampu menahan berat es, es tersebut jatuh bersamaan dengan hujan deras. Karena jatuhnya cepat dari ketinggian tinggi, es belum sempat mencair total sampai ke tanah. Jadilah hujan es.
Apakah Berbahaya?
Menurut BMKG, hujan es di Indonesia adalah fenomena cuaca ekstrem yang wajar terjadi di masa pancaroba atau peralihan musim, dari kemarau ke hujan. Ciri-cirinya:
– Terjadi siang hingga sore hari
– Didahului udara panas gerah
– Muncul awan gelap menjulang tinggi seperti bunga kol
– Disertai petir dan angin kencang
– Hujan es biasanya berlangsung singkat, 5-15 menit.
Warga diimbau tidak panik namun tetap waspada. Jika terjadi, segera berteduh di bangunan yang kokoh dan hindari berteduh di bawah pohon atau baliho yang rawan tumbang.
Fenomena di Lampung Barat ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem semakin sering terjadi. (Red)