
Lampungtengah, sinarlampung.co – Ratusan warga Kampung Onoharjo, Kecamatan Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, menggelar aksi demonstrasi mendatangi Balai Kampung setempat, Rabu (28/10/2026). Massa menuntut Kepala Kampung (Kakam) berinisial YEW untuk segera mundur dari jabatannya atas dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi dana desa serta penyalahgunaan narkotika.
Dalam aksi tersebut, sekitar 300 warga membentangkan berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan, di antaranya desakan agar YEW menanggalkan jabatannya serta mengembalikan dana desa yang diduga telah disimpangkan.
“Sejumlah pembangunan di desa kami lumpuh. Semasa YEW menjabat, tidak ada pembangunan di desa kami,” tegas salah seorang peserta aksi saat menyampaikan aspirasinya di lokasi demonstrasi, Rabu (28/10/2026).
Tuntutan Usut Kasus Narkoba dan Transparansi Anggaran
Koordinator Aksi, Susilo Herdiyanto, mengungkapkan bahwa kekecewaan warga memuncak tidak hanya karena indikasi penyalahgunaan anggaran, tetapi juga rekam jejak YEW yang disebut pernah dua kali berurusan dengan pihak kepolisian terkait dugaan kasus penyalahgunaan narkoba.
“Entah seperti apa kelanjutan hukumnya belum jelas, padahal Kepala Kampung sempat beberapa hari ditahan polisi,” ujar Susilo Herdiyanto di hadapan massa.
Atas dasar itu, Susilo mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) bertindak tegas dan transparan dalam mengusut tuntas dua persoalan hukum yang menjerat Kakam Onoharjo tersebut.
Selain itu, warga melayangkan permohonan resmi kepada Bupati Lampung Tengah untuk segera mengambil langkah tegas memberhentikan YEW dari jabatannya demi memulihkan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kampung Onoharjo yang dinilai kian lumpuh.
Aksi unjuk rasa ini merupakan gelombang lanjutan dari gerakan warga sebelumnya pada 1 Oktober 2026 lalu. Kala itu, ratusan warga juga telah berkumpul di lokasi yang sama untuk menyampaikan aspirasi serupa. Namun, karena belum mendapatkan tanggapan konkret dari pihak berwenang maupun APH, warga kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Kampung Onoharjo berinisial YEW maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa unjuk rasa tersebut. (Red)