
Bandarlampung, sinarlampung.co – PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT HK Realtindo (HKR), memperkuat komitmen keberlanjutan lingkungan melalui penerapan ekonomi sirkular di koridor Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Langkah hijau tersebut diwujudkan lewat peluncuran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “HK Waste Care: Ruas Terpeka Circular Hub” yang diresmikan pada 21 Oktober 2026.
Mengusung semangat “Dari Sampah Menjadi Nilai”, program ini berfokus pada optimalisasi operasional Unit Pengolahan Sampah Terpadu (UPST) di Rest Area KM 215B dan Rest Area KM 234A Ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka). Inisiatif ini dihadirkan untuk mereduksi volume buangan limbah di kawasan rest area sekaligus membangun ekosistem daur ulang berbasis masyarakat yang produktif dan bernilai ekonomis.
Model pengelolaan sampah terpadu yang digagas Hutama Karya dan HKR bersama Kertabumi Recycling Center dan Bio Circular ini mengintegrasikan dua aliran material utama, yakni sampah anorganik plastik dan minyak goreng bekas (used cooking oil / UCO).
Melalui penyediaan teknologi tepat guna—seperti mesin sheet press, extruder, komputer pemotong presisi CNC, hingga workshop pelatihan bagi kelompok pengelola—limbah plastik diolah secara mandiri menjadi papan bahan bangunan, paving block, hingga kerajinan dekoratif bernilai jual tinggi. Sementara itu, sampah organik diolah menggunakan mesin pencacah dan blower daun kering untuk mendukung produksi kompos serta budidaya maggot.
Selain itu, perseroan memobilisasi mesin pengumpul minyak pintar digital (Smart UCO Collection Machine / BioDrop) guna menampung sisa minyak jelantah dari para tenant kuliner untuk disalurkan ke rantai industri bahan bakar terbarukan (sustainable aviation fuel).
Dukungan Pemberdayaan Ekonomi Lokal (Creating Shared Value)
Peresmian program ini ditandai dengan peninjauan langsung ke UPST Rest Area KM 215B oleh Direktur Manajemen Risiko Hutama Karya, Fatma Dewi Setyowati, dan Direktur Bisnis dan Teknik HKR, Muhammad Reza Arisandy, didampingi Analyst TJSL Hutama Karya, Harya Digdaya.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyampaikan bahwa pengelolaan kebersihan kawasan fasilitas jalan tol menuntut pendekatan komprehensif yang tidak sekadar berfokus pada pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan menciptakan rantai nilai berputar di tingkat lokal.
“Perseroan senantiasa mendorong inovasi Unit TJSL yang menghadirkan solusi konkret bagi kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi warga. Melalui integrasi infrastruktur daur ulang di Rest Area KM 215B dan 234A, limbah yang semula menjadi beban operasional kini dikonversi menjadi produk berguna, memperkuat kapasitas UMKM pengelola, serta menghadirkan manfaat ekonomi bersama (Creating Shared Value) bagi para tenant dan masyarakat sekitar,” ujar Hamdani.
Guna menjamin keberlanjutan usaha pascapendampingan, program HK Waste Care dilengkapi rangkaian pelatihan teknis K3, tata kelola Harga Pokok Produksi (HPP), hingga strategi pengemasan dan pemasaran digital bagi UMKM pengelola. Proyeksi operasional Circular Hub ini ditargetkan mampu menghasilkan perputaran ekonomi mandiri hingga puluhan juta rupiah per bulan.
Inisiatif strategis BUMN di bawah naungan PT Danantara Asset Management (Persero) ini merupakan wujud nyata implementasi Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-1/MBU/03/2023 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Langkah ini sekaligus menyelaraskan pilar Asta Cita Pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) Nomor 12 dan Nomor 13. (Red)