
Bandarlampung, sinarlampung.co – Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung dari Irjen Pol Helfi Assegaf kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani menjadi momentum penting bagi penegakan hukum di Bumi Ruwa Jurai. Rotasi pimpinan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026, yang menugaskan Irjen Pol Helfi Assegaf sebagai Perwira Tinggi (Pati) Bareskrim Polri untuk penugasan di kementerian RI, serta mempercayakan tampuk kepemimpinan Polda Lampung kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani.
Momentum peralihan jabatan ini mendapat perhatian khusus dari Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bandar Lampung, Bey Sujarwo, S.H., M.H., yang memberikan apresiasi atas pengabdian pejabat lama sekaligus menyampaikan sederet harapan bagi Kapolda yang baru memimpin.
Menyambut kepemimpinan Kapolda Lampung yang baru, Brigjen Pol Yustan Alpiani, Bey Sujarwo menaruh harapan besar agar gaya kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat, solutif, dan tegas dapat terus dilanjutkan.
Ia mendorong agar institusi Polri di Lampung terus berbenah dengan mengutamakan penegakan hukum yang berkeadilan substantif, sehingga proses hukum yang berjalan tidak sekadar memenuhi formalitas prosedural belaka, melainkan benar-benar menyentuh rasa keadilan masyarakat.
Selain itu, Sujarwo juga mengingatkan pentingnya penerapan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) secara proporsional dan tidak sembarangan. Menurutnya, pendekatan RJ wajib menempatkan perlindungan hak korban sebagai prioritas utama serta idealnya diperkuat oleh ketetapan pengadilan agar prosesnya tetap transparan dan akuntabel di mata publik.
Pada akhirnya, tantangan terbesar kepolisian bukan sekadar menegakkan aturan secara kaku, melainkan bagaimana membangun kepercayaan publik (public trust) agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom seluruh lapisan masyarakat Lampung.
Mengenang kepemimpinan Helfi Assegaf yang menjabat sejak 24 September 2025, Sujarwo menilai jenderal bintang dua tersebut merupakan sosok jajaran kepolisian yang sangat humanis, responsif, serta berfokus pada solusi demi memberikan manfaat hukum yang nyata bagi masyarakat luas.
Menurut Sujarwo, salah satu keunggulan Helfi adalah kemampuannya membangun komunikasi terbuka dan menawarkan win-win solution dalam setiap persoalan. Ia juga mengenang filosofi penting yang kerap disampaikan Helfi terkait pentingnya belajar dan bersikap bijak dalam mengayomi masyarakat.
Filosofi tersebut mengingatkan bahwa orang pintar belajar dari kesalahan diri sendiri, sedangkan orang bijak belajar dari kesalahan orang lain. Selama masa kepemimpinannya, Helfi pun mencatatkan rekam jejak impresif dalam menuntaskan perkara besar, mulai dari pembongkaran jaringan narkoba internasional, penindakan penimbunan BBM ilegal di Pesawaran, hingga penertiban tambang emas ilegal di Way Kanan. (Red)