
Bandarlampung, sinarlampung.co – Insiden pembunuhan tragis menimpa Surya Zainal (54), seorang pedagang kredit perabot rumah tangga asal Bandar Lampung yang berdomisili di Desa Cimemen, Kelurahan Fajar Baru, Kabupaten Lampung Selatan. Korban tewas seketika di lokasi kejadian setelah diserang dengan sebilah golok di Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, pada Selasa malam (6/10/2026).
Pelaku penyerangan diketahui merupakan seorang pria berinisial HT (63), warga Pekon Sukaraja. Usai melancarkan aksinya dan sempat berupaya mengakhiri hidup, pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Pospol Way Tenong.
Kapolres Lampung Barat melalui Kasat Reskrim IPTU Rudy Prawira, S.H., M.H., membenarkan peristiwa berdarah tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, peristiwa bermula saat korban mendatangi rumah pelaku sekitar pukul 17.00 WIB untuk menagih angsuran utang milik istri pelaku.
”Pelaku sempat memberitahu bahwa istrinya belum pulang. Pelaku juga sempat menawarkan uang sebesar Rp500.000 kepada korban dan meminta masalah utang ini dibicarakan baik-baik atau dilaporkan ke polisi. Namun, korban tetap menolak dan bersikeras agar angsuran tersebut segera dilunasi malam itu juga,” terang IPTU Rudy.
Adu mulut antara keduanya berlangsung memanas hingga pukul 20.00 WIB. Diduga tersulut emosi, pelaku masuk ke dalam rumah untuk mengambil sebilah golok, lalu membacok leher korban sebanyak dua kali hingga korban terkapar tak bernyawa di lokasi kejadian.
Pelaku Coba Gantung Diri Sebelum Menyerahkan Diri
Usai menghabisi nyawa korban, pelaku HT sempat berupaya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di belakang rumah. Namun, tali yang digunakannya terputus. Pelaku lantas mendatangi rumah kerabatnya dan meminta diantarkan ke Pospol Way Tenong.
”Mendapat informasi adanya pelaku yang menyerahkan diri ke Pospol sekitar pukul 20.30 WIB, Tim URC Satreskrim Polres Lampung Barat bersama Polsek Sumber Jaya langsung bergerak cepat mengamankan pelaku serta melakukan olah TKP,” tambah IPTU Rudy.
Dari TKP dan tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah golok sepanjang 42 cm beserta sarungnya yang ternoda darah, serta pakaian milik korban. Saat ini pelaku telah ditahan di Mapolres Lampung Barat dan terancam dijerat pasal tindak pidana pembunuhan.
Duka Mendalam Keluarga dan Kenangan Baju Seragam Akikah
Duka mendalam menyelimuti Cik Ning (52), istri almarhum Surya Zainal. Saat ditemui di kediamannya di Lampung Selatan, Cik Ning mengaku baru menerima kabar duka pada Rabu (7/10/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB dari adik kandung almarhum.
Sambil menahan kesedihan, Cik Ning mengungkapkan obrolan terakhirnya dengan sang suami sebelum bertolak menagih kredit. Saat itu, mereka tengah merencanakan acara marhabanan dan akikah untuk cucu pertama mereka yang dijadwalkan pada 15 Oktober 2026.
“Waktu itu obrolan terakhir kami membahas acara akikah cucu pertama. Saya bilang agar bajunya diseragamkan warna putih semua untuk sekeluarga. Baju saya sudah ada, tinggal punya almarhum yang belum ada,” tutur Cik Ning pilu.
Ia menjelaskan bahwa suaminya telah melakoni pekerjaan sebagai pedagang kredit perabot rumah tangga selama lebih dari 20 tahun. Cik Ning mengenang suaminya sebagai sosok yang sabar, penyabar, dan tidak pernah bermain fisik.
“Almarhum itu orangnya tidak mudah emosi. Sama saya dan ketiga anak kami pun tidak pernah marah berlebihan, apalagi sampai main tangan. Kalau saya ikut menagih ke konsumen yang macet, dia malah minta saya diam saja agar tidak timbul kesalahpahaman,” jelasnya.
Harapan Keluarga: Pengusutan Transparan dan Sanksi Setimpal
Meski diselimuti duka, Cik Ning menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Lampung Barat, khususnya tim Kanit Jatanras Ipda Agus, yang telah membantu mengurus dan mempermudah proses pemulangan jenazah suaminya hingga ke rumah duka.
Kendati demikian, pihak keluarga mendesak agar proses hukum terhadap pelaku HT dilakukan secara tegas dan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Harapan saya dan anak-anak, mohon diselidiki sejelas-jelasnya dan pelakunya dihukum seberat-beratnya. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Suami saya ini tulang punggung keluarga dan masih ada anak-anak yang harus dibiayai,” tegas Cik Ning.(Red)