
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Atlet senam ritmik asal Lampung, Tri Wahyuni, resmi dilepas untuk memperkuat Kontingen Indonesia pada Asian Games 2026 di Jepang.
Pelepasan Tri dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, dari Gedung Senam Idola, Sabtu (26/9/2026).
Tri menjadi salah satu dari enam atlet asal Lampung yang dipercaya memperkuat Indonesia pada ajang olahraga tingkat Asia tersebut.
Pada cabang gimnastik, Federasi Gimnastik Indonesia mengirim dua pesenam nasional. Selain Tri Wahyuni yang turun di disiplin senam ritmik, ada Dylanov Clara yang memperkuat Indonesia di disiplin senam artistik.
Selama berada di Jepang, Tri akan didampingi pelatih asal Lampung, Yulianti.
Purnama Wulan Sari Mirza mengatakan, keberangkatan Tri membawa harapan masyarakat Lampung dan insan olahraga daerah. Ia berharap Tri dapat menjaga kondisi dan tampil maksimal selama pertandingan.
“Batin Wulan mohon maaf secara pribadi juga karena tidak bisa langsung nganterin, ngawal Tri Wahyuni dengan Coach Yuli. Tapi doa dan support kita semua, dukungan kita, semoga Tri Wahyuni dan Coach Yuli nanti dalam perjalanan lancar, dan juga disana sehat, dan juga bisa menampilkan yang terbaik,” ungkap Batin Wulan.
Menurut Wulan, Tri tidak perlu menjadikan pertandingan sebagai beban. Fokus utama adalah menjaga stamina dan menampilkan kemampuan terbaik yang selama ini telah dipersiapkan.
“Doa insya Allah kami panjatkan untuk Tri Wahyuni mendapatkan hasil yang terbaik, tentunya yang membanggakan. Jaga kesehatan tentunya ya,” pesannya.
Wulan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran FGI Lampung dan KONI Lampung yang selama ini ikut mengawal pembinaan atlet hingga mampu menembus level nasional dan internasional.
Dukungan untuk Tri juga datang dari KONI Lampung. Wakil Ketua Umum IV KONI Lampung, A. Chrisna Putra, mengatakan keberhasilan Tri menembus kontingen Indonesia merupakan hasil dari proses panjang dan seleksi ketat di tingkat nasional.
“Tri, kami sangat bangga, bahwa Tri bisa mewakili Indonesia. Jadi Tri Wahyuni sekarang bukan hanya membawa nama organisasi, bukan hanya membawa nama Lampung, tetapi Tri Wahyuni juga membawa nama Indonesia. Untuk hadir di sini, sampai ke Jepang nanti bukan hal yang mudah. Semua diraih dengan prestasi, semua kehadiran Tri itu diraih dengan semangat, diraih juga dengan sportivitas,” ujar Chrisna.
Chrisna mengingatkan Tri untuk menjaga konsentrasi selama bertanding. Menurutnya, senam membutuhkan ketelitian, fokus dan kesiapan mental.
“Senam ini mengandalkan konsentrasi, dan semangat. Apa yang sudah kita miliki, yang Tri miliki, bekal yang dimiliki, itu menjadi bahan untuk bertanding. Dan tentunya juga didampingi oleh pelatih kita Mbak Yuli, juga kita berharap untuk selalu memberikan dukungan moril. Kita di Provinsi Lampung hanya bisa mendoakan agar perjalanan Tri Wahyuni dan Mbak Yuli di sana bisa meraih prestasi yang lebih baik,” tambahnya.
Keberangkatan Tri sekaligus menjadi momentum bagi pembinaan atlet muda di Lampung. Chrisna mengajak para atlet usia dini yang hadir dalam pelepasan tersebut menjadikan perjalanan Tri sebagai motivasi untuk terus berlatih dan mengejar prestasi.
Di akhir kegiatan, FGI Lampung juga menyerahkan tali asih secara simbolis kepada Tri Wahyuni dan pelatih sebagai bentuk dukungan moril menjelang keberangkatan ke Jepang. (*)