
Pringsewu, sinarlampung.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan perbukitan Bukit Tambahsari, Pekon Tambahrejo Barat, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan setelah sempat berkobar selama lebih dari 12 jam.
Peristiwa kebakaran bermula pada Kamis (10/9/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Api dengan cepat membakar kawasan perkebunan jati milik warga di lereng terjal bekas tambang batu tepat di belakang Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Hingga Kamis tengah malam pukul 23.56 WIB, api belum dapat dipadamkan karena terkendala medan yang sulit dan minimnya penanganan awal di lokasi.
Sekitar 12 jam kemudian, pada Jumat (11/9/2026) malam, personel Polres Pringsewu bersama tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Satpol PP, aparatur pekon, dan warga setempat bergerak cepat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan lokalisasi dan pemadaman titik api.
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra mengonfirmasi bahwa terdapat dua titik kebakaran utama yang ditangani tim gabungan. “Personel Polres Pringsewu, Polsek Gadingrejo bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan api tidak semakin meluas,” ujar Dadi Perdana Putra.
Dari hasil pengecekan lapangan, titik pertama merupakan sisa kebakaran hari sebelumnya di kawasan Bukit Tamro-Bukit Sarno yang kembali membara dan menjalar hingga perbukitan Pekon Wates Selatan, tepatnya di sekitar Pondok Ibnu Mubarok yang berbatasan dengan Kabupaten Pesawaran. Luas lahan terdampak di titik ini diperkirakan mencapai 50 hektare di Pekon Tambahsari dan 75 hektare di Pekon Wates Selatan.
Sementara itu, titik kedua berada di perbukitan belakang TPU Pekon Tambahrejo Barat yang membakar sekitar 3 hektare lahan milik H. Irwan Saputra. Sekitar pukul 20.30 WIB, api di titik kedua berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum tim beralih menyisir titik pertama. Total estimasi lahan yang terbakar dalam peristiwa ini mencapai 128 hektare.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa meski api utama telah dipadamkan, pemantauan intensif di lokasi tetap dilakukan untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api (flare-up) akibat cuaca panas dan angin kencang.
“Polri bersama unsur terkait terus berkoordinasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Jika menemukan titik asap, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegas Yuni.
Lokasi kebakaran berada tepat di belakang Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Area yang terbakar merupakan lahan perkebunan jati milik warga dengan kondisi topografi lereng sebelah barat yang terjal mencapai kemiringan 90 derajat akibat bekas aktivitas penambangan batu.
Purnomo, warga yang bermukim tepat di depan Gedung KDMP, mengonfirmasi bahwa hingga Kamis malam belum ada upaya pemadaman di lokasi kejadian. “Sejak jam 12 siang mas, belum ada yang mencoba memadamkan hingga malam ini,” ujar Purnomo saat ditemui di lokasi, Kamis petang.
Kondisi medan yang curam dan terjal diduga menjadi hambatan utama dalam mengisolasi kobaran api agar tidak meluas ke permukiman warga di kaki bukit.
Hingga berita ini ditayangkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi maupun konfirmasi terkait penanganan kebakaran di Bukit Tambahsari tersebut. (Red)