
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Kodam XXI/Radin Inten menyiagakan 605 personel untuk menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di wilayah Lampung.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Erupsi Gunung Anak Krakatau yang melibatkan satuan kewilayahan dan satuan tempur Kodam XXI/Radin Inten, Senin (7/9/2026).
Ratusan personel tersebut disiapkan bersama kendaraan roda empat, sepeda motor, ambulans, serta perlengkapan perorangan untuk mendukung mobilitas dan penanganan di lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan personel, sarana, dan prasarana siap digerakkan apabila dampak erupsi meluas dan membutuhkan penanganan terhadap masyarakat.
Dari laporan jajaran, kondisi wilayah secara umum masih cerah dan kondusif. Namun, debu vulkanik telah dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus.
Merespons kondisi tersebut, TNI berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengimbau masyarakat menggunakan masker guna mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Sebanyak 40 personel juga akan diterjunkan langsung membantu masyarakat terdampak. Mereka akan membagikan masker, memberikan edukasi kesehatan, melakukan pemeriksaan kesehatan, menyiram jalan untuk mengurangi debu, serta membersihkan tempat ibadah.
Pengerahan personel tersebut menjadi bagian dari upaya Kodam XXI/Radin Inten dalam membantu penanganan dampak bencana sekaligus menjaga kesehatan dan kenyamanan masyarakat.
Pangdam XXI/Radin Inten juga mengingatkan seluruh personel agar tetap menggunakan masker, terutama saat menjalankan tugas dan berada di luar ruangan atau area terbuka.
Kesiapsiagaan ini menunjukkan bahwa Kodam XXI/Radin Inten tidak hanya menyiapkan personel untuk menghadapi kemungkinan bencana, tetapi juga mulai melakukan langkah konkret di wilayah yang telah terdampak debu vulkanik.
Dengan dukungan personel dan perlengkapan yang disiapkan, TNI menyatakan siap bergerak bersama pemerintah daerah dan masyarakat apabila kondisi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membutuhkan penanganan lebih lanjut. (*)