
Bandarlampung, sinarlampung.co – Sempat melandai, aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meningkat menjelang magrib pada Selasa (8/9/2026) pukul 17.56 WIB. Merespons kondisi tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memutuskan memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis (9–10/9/2026).
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Lampung Nomor 100.3.4/14/V.01/2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Akibat Dampak Abu Vulkanik, yang berlaku untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB.
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan kebijakan tersebut secara langsung dalam konferensi pers di Ruang Command Center BPBD Provinsi Lampung pada Selasa malam (8/9/2026).
“Kebijakan perpanjangan PJJ ini diambil berdasarkan hasil pemantauan aktivitas erupsi susulan yang durasinya lebih panjang, serta arah angin yang cenderung mengarah ke wilayah Provinsi Lampung. Langkah ini semata-mata demi melindungi keselamatan dan kesehatan peserta didik dari ancaman paparan abu vulkanik,” ujar Wagub Jihan.
Status Siaga dan Potensi Bahaya Abu Vulkanik
Erupsi susulan GAK yang terekam pada seismograf memiliki amplitudo maksimum 54 milimeter dengan durasi 31 detik. Letusan ini menjadi perhatian serius lantaran abu vulkanik berpotensi kembali menyebar ke sejumlah area pemukiman dan lingkungan sekolah di wilayah Lampung.
Sebelumnya, Pemprov Lampung sempat merencanakan pembukaan kembali sekolah tatap muka seiring membaiknya kualitas udara. Namun, letusan susulan Selasa sore memaksa pemerintah mengambil langkah antisipatif.
Di beberapa daerah, seperti Kabupaten Lampung Selatan, sisa endapan abu vulkanik masih ditemukan di ruang kelas, halaman, dan fasilitas bermain siswa. Perpanjangan PJJ ini sekaligus memberikan waktu bagi pihak sekolah untuk membersihkan lingkungan dari material abu vulkanik.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat, wisatawan, serta nelayan untuk tidak mendekati kawah aktif dalam radius aman 3 kilometer.
Pemprov Lampung meminta para orang tua untuk mendampingi anak-anak selama belajar dari rumah, serta mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker apabila beraktivitas di luar rumah guna menghindari gangguan pernapasan. (Red)