
Bandarlampung, sinarlampung.co –Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menerjunkan tenaga kesehatan (nakes) di tingkat Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), hingga Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) untuk menyisir warga terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Bersama jajaran kecamatan dan kelurahan, para nakes memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, membagikan masker, serta melakukan sosialisasi pencegahan hingga larut malam pada Minggu (6/9/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi, menyampaikan bahwa pengerahan personel dilakukan secara serentak di 31 Puskesmas se-Kota Bandar Lampung. Penanganan ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan akibat tingginya paparan debu vulkanik di pemukiman warga.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menekankan pentingnya respons cepat dalam menghadapi situasi ini. Ia telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk turun langsung menjaga kesehatan masyarakat serta memastikan kebersihan lingkungan sekitar.
”Petugas kesehatan dikerahkan untuk membagikan masker dan mendata warga yang membutuhkan pengobatan. Kami minta seluruh jajaran mengambil langkah cepat menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan,” ujar Eva.
Guna meminimalisasi risiko bahaya abu vulkanik, Eva juga mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu menggunakan pelindung diri.
”Kami harap masyarakat memakai masker dan kacamata guna mengurangi dampak abu vulkanik saat beraktivitas di luar rumah,” Imbaunya.
Selain layanan kesehatan dan pembagian masker, Pemkot Bandar Lampung mengerahkan Tim Satuan Tugas (Satgas) untuk membersihkan fasilitas umum dan menyemprotkan air di ruas-ruas jalan secara berkala.
”Penyemprotan jalan dilakukan setiap tiga jam sekali. Langkah ini tidak hanya menyasar jalan utama, tetapi juga jalan di pemukiman warga agar debu vulkanik tidak mengganggu pernapasan dan aktivitas masyarakat,” jelas Muhtadi. (Red)