
Lampungtengah sinarlampung.co— Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Lampung Tengah menyalurkan bantuan berupa donasi tunai sebesar Rp21.000.000 untuk membantu biaya pengobatan Safa Fajar Algofar (15), siswa SMKN 3 Terbanggi Besar yang menjadi korban perundungan dan penganiayaan di lingkungan sekolah.
Bantuan hasil swadaya guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Lampung Tengah tersebut diserahkan langsung oleh Ketua MKKS SMK Negeri dan Swasta se Lampung Tengah, Jaman Mulyadi, kepada ibunda korban, Nanik Widiyanti (49), pada Rabu (3/9/2026). Penyerahan donasi ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban medis korban yang membengkak hingga puluhan juta rupiah.
“Bantuan ini merupakan bentuk solidaritas dari keluarga besar SMK se-Lampung Tengah untuk Ananda Safa Fajar dan keluarga. Kami juga masih membuka kesempatan donasi bagi pihak yang ingin membantu,” ujar Jaman Mulyadi usai menyerahkan bantuan.
Jaman juga mengucapkan banyak terimakasih kepada media sinarlampung.co, karena berkat informasinya pihaknya bisa mengunjungi korban. “Trimakasih sinarlampung.co, informaei pemberitaan bisa mengantarkan kami kesini. Kami juga sudah laporkan ke Dinas Pendidikan, melalui Cabdin, ” Ujarnya.
Sebelumnya, Nanik terpaksa menjaminkan sertifikat tanah miliknya ke Rumah Sakit Yukum Medical Center (YMC) demi membawa pulang sang anak. Biaya perawatan medis SFA selama 11 hari mencapai Rp80 juta dan tidak ditanggung fasilitas BPJS Kesehatan karena cedera disebabkan oleh tindak penganiayaan.
Pihak rumah sakit memberikan batas pelunasan hingga Desember 2026 mendatang. Jika tak melunasinya, aset tanah milik janda yang sehari-hari berjualan di kantin sekolah tersebut terancam dilelang.
Insiden naas itu sendiri bermula saat jam istirahat di lapangan sekolah. Korban dianiaya oleh rekan sekelasnya, BY, akibat perselisihan yang diawali aksi ejek ponsel. Pelaku membanting korban hingga tak sadarkan diri dan mengalami cedera berat di bagian kepala. (Red)