
Lampung Tengah, sinarlampung.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah memanfaatkan momen peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI dengan berbagai rangkaian kegiatan sosial.
Kegiatan sebagai bentuk pengabdian dan kemanusiaan itu diisi dengan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, kunjungan kepada para Purnaja dan panti Asuhan Al Marhamah pada Selasa (1/9/2026).
Rangkaian tersebut dimaknai bukan sekadar sebagai perayaan perjalanan institusi, tetapi sebagai momentum untuk menghadirkan manfaat secara langsung, mempererat silaturahmi, serta membangun sinergi dengan berbagai unsur dalam semangat kepedulian terhadap sesama.
Donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Lampung Tengah dengan melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Lampung Tengah dan tenaga kesehatan. Para peserta donor terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan skrining kesehatan untuk memastikan kelayakan sebelum melakukan donor darah.
Antusiasme peserta dari berbagai unsur menjadi wujud solidaritas dalam mendukung ketersediaan darah bagi mereka yang membutuhkan. Sebanyak 52 peserta tercatat mengikuti proses skrining donor darah, sebagai bagian dari partisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, peserta memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah, berat badan, gula darah, dan asam urat, serta konsultasi kesehatan bersama tenaga medis.
Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, Dr. Rita Susanti, menyatakan pengabdian kepada bangsa dan negara perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama.
“Mendonorkan darah merupakan bentuk pengabdian yang sederhana, namun memiliki makna yang besar. Dari apa yang kita berikan hari ini, tumbuh harapan bagi mereka yang membutuhkan untuk melanjutkan kehidupan,” imbunya.
Menurutnya, Hari Lahir Kejaksaan hendaknya menjadi pengingat bahwa keberadaan institusi harus senantiasa memberikan manfaat, tidak hanya melalui pelaksanaan tugas dan kewenangan, tetapi juga melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Rangkaian bakti sosial kemudian dilanjutkan dengan kunjungan kepada para Purnaja Kejaksaan. Kehadiran jajaran Kejaksaan menjadi bentuk penghormatan dan penghargaan atas dedikasi para pendahulu yang telah memberikan tenaga, pikiran, dan pengabdian dalam perjalanan panjang institusi Adhyaksa.
Silaturahmi tersebut sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan antara generasi yang meneruskan tugas dengan para Purnaja, serta menjadi pengingat bahwa setiap langkah institusi hari ini tidak terlepas dari jejak pengabdian generasi sebelumnya.
“Apa yang kita jalankan hari ini tidak terlepas dari jejak pengabdian para pendahulu. Karena itu, menjaga silaturahmi dengan para Purnaja merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengingat bagi kami untuk terus menjaga nilai-nilai pengabdian,” ujar Dr. Rita Susanti.
Semangat berbagi selanjutnya diwujudkan melalui kunjungan sosial ke Panti Asuhan Al Marhamah. Jajaran Kejaksaan hadir untuk bersilaturahmi, berbagi perhatian, serta memberikan dukungan dan kebahagiaan kepada anak-anak panti.
Kunjungan tersebut menjadi cerminan bahwa pengabdian memiliki makna yang luas. Kehadiran institusi tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas, tetapi juga melalui perhatian, kebersamaan, dan kepedulian yang mampu memberikan arti bagi kehidupan sesama.
Rangkaian bakti sosial tersebut mendapat dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, TNI-Polri, PMI Lampung Tengah, tenaga kesehatan, jajaran Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Lampung Tengah, para Purnaja, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Sinergi tersebut menunjukkan bahwa semangat kemanusiaan dapat menjadi titik temu berbagai elemen untuk bergerak bersama. Darah yang didonasikan, kesehatan yang diperhatikan, silaturahmi yang dirawat, serta perhatian yang diberikan kepada anak-anak panti menjadi bagian dari satu makna besar: pengabdian yang hadir dan memberi manfaat.
Bagi Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 menjadi refleksi untuk terus membangun kepercayaan publik melalui pelaksanaan tugas yang profesional, berintegritas, humanis, dan berorientasi pada kemanfaatan.
Sebab, pengabdian bukan semata tentang apa yang dikerjakan, tetapi tentang seberapa jauh kehadiran mampu memberikan arti bagi kehidupan orang lain. (*)