
Lampung Selatan, sinarlampung.co – Harga daging ayam ras dan cabai rawit mulai menjadi perhatian pemerintah. Dua komoditas tersebut menjadi pemicu kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) Provinsi Lampung sebesar 1,15 persen dan menempatkan Lampung di posisi keenam secara nasional.
Data itu disampaikan Deputi Bidang Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Selasa (18/8/2026).
“Kenaikan ini terutama karena daging ayam ras dan cabai rawit,” ujar Ateng.
Secara nasional, sebanyak 20 provinsi tercatat mengalami kenaikan IPH, sementara 18 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan juga terjadi di tingkat kabupaten/kota, dengan 207 daerah mengalami peningkatan IPH pada pekan ini, naik dari 193 daerah pada pekan sebelumnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan karena perubahan harga pangan strategis bisa langsung terasa di pengeluaran rumah tangga.
Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemkab Lampung Selatan mulai memperkuat pemantauan harga, ketersediaan pasokan hingga kelancaran distribusi sejumlah komoditas pangan.
Pemantauan tidak hanya dilakukan dari meja rapat. TPID juga rutin melakukan penetrasi pasar untuk melihat langsung pergerakan harga di tingkat konsumen.
Sejumlah pasar yang menjadi lokasi pemantauan di antaranya Pasar Inpres Kalianda, Pasar Natar dan Pasar Sidomulyo.
Langkah itu dilakukan agar pemerintah dapat lebih cepat mengetahui jika terjadi lonjakan harga maupun gangguan pasokan di lapangan.
Di tengah kenaikan IPH, pemerintah juga diminta tidak mengabaikan potensi dampak fenomena El Nino terhadap produksi pangan.
Ateng mengingatkan, kondisi tersebut pernah memberikan tekanan terhadap harga sejumlah komoditas, termasuk beras. Pengalaman itu terlihat pada inflasi beras yang terjadi pada September 2023 dan Februari 2024.
“Kita pernah mengalami inflasi akibat El Nino. Pada September 2023 dan Februari 2024 terjadi inflasi beras. Ini harus kita cermati ketika terjadi El Nino,” jelasnya.
Kekhawatiran serupa menjadi perhatian Kemendagri karena kenaikan harga pangan pada akhirnya dapat menggerus daya beli masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.
“Bertambahnya usia kemerdekaan diharapkan bisa menambah kemakmuran. Dalam rapat inflasi ini kita bersama-sama menjaga harga agar tetap terjangkau dan tidak terjadi kenaikan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Tomsi.
Selain Lampung, kenaikan IPH cukup tinggi tercatat di Kabupaten Lampung Tengah yang mencapai 3,75 persen.
Sementara itu, Pemkab Lampung Selatan memastikan pengendalian harga akan terus dilakukan melalui pemantauan pasar dan koordinasi lintas sektor.
Fokusnya bukan hanya menahan kenaikan harga, tetapi memastikan pasokan pangan tetap tersedia sehingga masyarakat tidak harus membayar lebih mahal untuk kebutuhan sehari-hari. (*)