
Tanggamus, sinarlampung.co – kabar video bermuatan asusila yang mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Tanggamus terus berbuntut panjang. Berdasarkan penelusuran fakta terbaru di lapangan, pemeran wanita dalam video viral tersebut diduga kuat merupakan siswi SMA yang juga anak dari seorang perangkat pekon di wilayah Pematang Sawa.
Beredarnya rekaman itu sejak Sabtu (1/8/2026) tak hanya memicu kegaduhan publik, tetapi juga menaruh beban psikologis yang berat pada keluarga pemeran, mengingat status orang tuanya sebagai pelayan masyarakat di tingkat pekon.
Sementara itu, pemeran pria dalam video tersebut dipastikan bukan lagi berstatus pelajar. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait keabsahan video dan memburu pihak pertama yang menyebarkan rekaman tersebut ke media sosial.
Di sisi lain, respons pihak sekolah masih memantik kritik masyarakat. Kepala sekolah setempat, Muhri Gunawan, sebelumnya mengaku belum mengetahui insiden yang melibatkan anak didiknya tersebut.
”Saya harus berbuat apa?” ujar Muhri singkat saat dikonfirmasi.
Sikap pasif institusi pendidikan dan perangkat pekon setempat dinilai pengamat sebagai cerminan kurang siapnya mitigasi krisis di tingkat lokal.
Warga mendesak dinas terkait dan aparat penegak hukum (APH) segera mengambil langkah konkrit—baik dalam penegakan hukum terhadap penyebar konten, maupun pendampingan psikologis terhadap korban yang masih di bawah umur. (red)