
Pesawaran, sinarlampung.co – Di sebuah sudut Dusun 1, Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, hari-hari berlalu tanpa banyak riuh. Namun bagi Suanah, setiap detiknya adalah perkelahian panjang menahan sakit. Warga kurang mampu ini diduga telah bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang penyakit kulit misterius yang membuat tubuhnya melepuh.
Di tengah keterbatasan ekonomi yang membelenggu, akses menuju pengobatan medis yang layak seolah menjadi mimpi yang sulit diraih. Hari-hari dijalani dalam ketabahan, sementara kondisi kesehatannya kian membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
Kondisi keprihatinan yang menimpa Ibu Suanah ini memantik kepedulian dari tokoh masyarakat setempat, Rudi Sapari A.S. Ia menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Pesawaran beserta instansi terkait tidak tinggal diam dan dapat segera mengulurkan tangan.
“Ini adalah persoalan kemanusiaan yang membutuhkan langkah nyata dan cepat. Kami berharap Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga pemerintah kecamatan dan desa segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi medis Ibu Suanah,” tegas Rudi.
Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang layak, tanpa terkecuali. Pemerintah diharapkan hadir langsung di tengah-tengah masyarakat yang sedang dirundung kesusahan dan keterbatasan ekonomi.
Hingga kini, sunyi masih melingkupi garis nasib Ibu Suanah. Belum ada keterangan resmi maupun langkah konkret dari pihak pemerintah daerah setempat terkait penanganan kesehatannya.
Melalui dorongan para tokoh masyarakat, sebuah harapan besar kini digantungkan: agar verifikasi lapangan segera dilakukan, penanganan medis yang tepat segera diberikan, dan bantuan sosial dapat menyentuh kehidupan Ibu Suanah tepat pada waktunya. (Mahmudin)