
Jember, sinarlampung.co – Seorang pemuda berinisial ABT (Adi Bagus) nekat menyamar menjadi anggota kepolisian demi merayu dan memikat wanita idaman. Aksi pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol) ini berakhir usai diamankan oleh jajaran kepolisian di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Pria asal Jember ini diamankan Tim Satreskrim Polres Jember, setelah kedapatan memakai seragam kepolisian lengkap untuk merayu seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu sekolah di Kecamatan Gumukmas, Senin 20 Juli 2026.
Dalam menjalankan aksinya, ABT tampil percaya diri mengenakan seragam dinas kepolisian lengkap dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) palsu. Kepada calon korbannya, ia mengaku bertugas sebagai personel di Polresta Denpasar, Bali.
Aksi polisi gadungan ini terbongkar saat ABT mendatangi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Gumukmas, Jember. Gerak-gerik ABT yang mencurigakan memicu ketakutan warga sekitar, hingga akhirnya peristiwa tersebut dilaporkan ke kantor polisi setempat.
Petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku. Dari hasil pemeriksaan intensif, ABT mengakui bahwa dirinya bukanlah anggota Korps Bhayangkara. Seragam atribut dinas yang dipakainya diakui dibeli secara daring (online), sementara KTA yang dibawanya merupakan hasil cetakan mandiri.
Kepada penyidik, ABT berdalih nekat melakoni profesi ganda tersebut karena merasa minder dan khawatir wanita yang disukainya tidak akan tertarik jika tahu profesi aslinya. “Motif sementara yang bersangkutan nekat menyamar semata-mata hanya untuk merayu dan menarik perhatian wanita yang disukainya,” ujar pihak kepolisian.
Meski telah diamankan, status ABT hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik kepolisian masih mendalami kasus tersebut guna memastikan apakah ada potensi tindak pidana lain atau tindak penipuan yang merugikan korban secara materiil.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember Ipda Andry Yunni Prasetiyo mengatakan, saat dimintai menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) maupun identitas resmi, Adi Bagus tidak mampu membuktikan bahwa dirinya merupakan anggota Polri.
“Saat diperiksa, yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan KTA dan identitas resmi. Setelah kami dalami, ternyata identitas yang digunakan palsu dan dia bukan anggota kepolisian,” ujarnya.
Dari pemeriksaan diketahui, seragam yang dikenakan Adi Bagus dibeli melalui aplikasi belanja daring. Polisi juga memastikan pria tersebut tidak pernah tercatat sebagai anggota Polri.
Motif penyamaran itu pun terbilang tak lazim. Adi Bagus mengaku mengenakan seragam polisi agar lebih percaya diri saat mendekati seorang perempuan berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai tenaga pendidik di salah satu sekolah di Kecamatan Gumukmas.
Ketika diamankan, Adi Bagus diketahui tengah menunggu perempuan tersebut di tempat kerjanya. “Tujuannya hanya untuk menarik perhatian wanita yang sedang dia dekati. Dari hasil pemeriksaan sementara, kami tidak menemukan adanya maksud melakukan tindak pidana lain,” kata Andry.
Polisi juga tidak menemukan bukti bahwa Adi Bagus pernah memanfaatkan atribut kepolisian untuk melakukan penipuan, pemerasan, ataupun kejahatan lainnya. (Red)