
Pesawaran, sinarlampung.co – LSM Penjara Indonesia DPD Lampung menyayangkan adanya kegiatan pembangunan gedung sekolah di Pondok Darul Mustofa, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, yang diduga tidak memasang papan informasi proyek atau papan pagu anggaran di lokasi pekerjaan.
Ketua LSM Penjara Indonesia DPD Lampung, Mahmuddin, mengatakan bahwa keberadaan papan informasi proyek merupakan salah satu bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat. Tanpa adanya papan tersebut, masyarakat kesulitan mengetahui sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, maupun jangka waktu pelaksanaan proyek.
“Setiap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah semestinya dilengkapi dengan papan informasi sebagai bentuk transparansi. Ketiadaan papan proyek tentu memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat dan perlu mendapatkan perhatian dari instansi terkait,” ujar Mahmuddin.
Menurutnya, masyarakat sekitar juga memberikan sorotan terhadap pelaksanaan pembangunan tersebut dan berharap proses pengerjaan diawasi secara ketat agar hasilnya sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
LSM Penjara Indonesia menegaskan bahwa pengawasan pembangunan gedung sekolah harus dilakukan secara cermat karena menyangkut keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik yang nantinya menggunakan bangunan tersebut.
Beberapa aspek penting yang perlu diawasi selama proses pembangunan antara lain: Struktur dan fondasi, termasuk mutu beton, kualitas pembesian (tulangan), serta kedalaman fondasi agar bangunan memiliki kekuatan yang memadai.
Mutu material bangunan, seperti penggunaan material berstandar SNI, kualitas baja ringan atau rangka atap, serta campuran mortar pada pasangan bata dan plesteran agar tidak mudah mengalami kerusakan.
Kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.
Mahmuddin meminta instansi terkait untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap proyek tersebut guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap pihak pelaksana segera memasang papan informasi proyek apabila memang belum terpasang, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai kegiatan pembangunan tersebut. Selain itu, pengawasan kualitas pekerjaan juga harus dilakukan secara maksimal demi menjamin keamanan dan kenyamanan bangunan sekolah di masa mendatang,” tegasnya.
LSM Penjara Indonesia menegaskan bahwa penyampaian sorotan ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal transparansi penggunaan anggaran dan mendorong terciptanya pembangunan yang akuntabel, berkualitas, serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. Dugaan mengenai tidak adanya papan informasi proyek perlu diklarifikasi oleh pihak pelaksana maupun instansi yang berwenang agar informasi yang beredar di masyarakat menjadi jelas dan berimbang.
Hasil konfirmasi wartawan di lokasi Kepala yayasan Mengatakan bahwa Pagu anggaran ada di lokasi proyek ,tapi saat diperiksa Pagu tersebut tidak ditemukan ,tidak terpasang hanya menjelaskan bahwa Anggaran proyek Rp2 miliar. (Red)