
Pesawaran, sinarlampung.co – Berdiri di hadapan puluhan jurnalis dan pimpinan redaksi se-Provinsi Lampung yang memenuhi Mako Brigif 4 Marinir/BS di Piabung, Selasa (21/7/2026), Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo tidak memilih gaya formal dengan membaca teks pidato secara kaku.
Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS itu justru memilih berbicara lepas—menyampaikan gagasan langsung dari pemikiran dan kegelisahannya tentang dinamika hubungan militer, media, dan masyarakat.
Dalam gelaran Media Gathering Tahun 2026 tersebut, perwira menengah lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 47 (2001) ini secara resmi memperkenalkan gagasan besarnya untuk jajaran baret ungu di Sumatra: mengusung konsep JAWARA.
Terminologi jawara dalam tradisi lokal kerap dipersepsikan sebagai sosok yang tangguh, keras, bahkan membawakan kesan intimidatif. Namun di tangan Kolonel Kanang, istilah ini mengalami redefinisi makna yang fundamental.
Bagi perwira kelahir Tuban, 25 Juni 1979 tersebut, prajurit Brigif 4 Marinir memang harus menjadi jagoan dan pemberani (wani) dalam menjaga kedaulatan negara. Namun, keberanian dan ketangguhan fisik tersebut tidak boleh membuat prajurit berjarak dengan rakyat. Sebaliknya, jagoan Marinir wajib memiliki sifat yang Ramah—ramah kepada masyarakat, lingkungan, serta insan media.
Gagasan ini tidak sekadar jargon di atas kertas, melainkan diturunkan menjadi nilai operasional yang membentuk akrostik JAWARA:
Jujur: Prajurit berani menyampaikan fakta apa adanya, tegas mengakui yang salah adalah salah dan yang benar adalah benar.
Adil: Menjaga kesetaraan dan objektivitas dalam setiap tindakan dan keputusan di lapangan.
Wibawa: Menjaga kebanggaan serta kewibawaan institusi militer tanpa harus terkesan menakutkan.
Amanah: Memegang teguh kepercayaan rakyat dan negara dalam menjalankan tugas pengabdian.
Religius: Selalu melibatkan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap langkah dan penugasan.
Akuntabel (Accountable): Seluruh kegiatan dan penggunaan sumber daya organisasi dapat dipertanggungjawabkan secara transparan.
Meruntuhkan Sekat dan Mengubah Pola Pikiran
Salah satu alasan mendasar Kolonel Kanang mengusung konsep JAWARA dan menggelar tatap muka langsung ini adalah untuk meruntuhkan tembok keseganan antara pangkalan militer dan awak media. Ia menyadari secara mendalam bahwa lokasi Mako Brigif 4 Mar/BS di Teluk Ratai, Pesawaran, tergolong jauh dari pusat perkotaan, sehingga kerap memunculkan hambatan psikologis bagi jurnalis untuk berkunjung.
”Kalau tentara yang mendekat ke media itu biasa. Tapi media mau masuk ke sini pasti berpikir seribu kali kalau tidak kenal. Nah, sekarang pola pikirnya kita balik: kita yang berusaha mendekat ke teman-teman media,” kata Kolonel Kanang.
Bagi alumni AAL 2001 ini, peran media dalam fungsi pengawasan sosial (social control) sangat krusial. Sehebat apa pun event, latihan, dan pengabdian yang dilakukan oleh Korps Marinir, tanpa publikasi yang akurat dari insan pers, semua kerja keras prajurit tidak akan membawa dampak edukatif bagi masyarakat luas.
Mengendalikan Simpul Pertahanan Sumatra dari Piabung
Komitmen kepemimpinan yang diusung Kolonel Kanang menjadi sangat vital mengingat posisi strategis Brigif 4 Mar/BS. Kendati bermarkas di pesisir Lampung, komando brigade ini membawahi garis pertahanan yang sangat luas di seluruh Pulau Sumatra.
Dari markas Piabung, jajaran Brigif 4 Mar/BS mengendalikan Batalyon Infanteri 7 dan Batalyon Infanteri 9 di Lampung, Kompi Markas Brigade, Batalyon Infanteri 10 yang menjaga Selat Malaka di Batam, hingga Batalyon Infanteri 8 di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Kelengkapan unsur kavaleri, artileri, hingga daerah latihan tempur mandiri menjadikan Lampung sebagai pusat kekuatan maritim Marinir untuk kawasan Sumatra.
Di bawah komandonya, Brigif 4 Mar/BS juga tengah bersiap menyelenggarakan dua agenda nasional besar: Kejuaraan Nasional Motocross Panglima TNI Cup di Sirkuit Beruang Hitam Yonif 9 Marinir, serta ajang ketahanan fisik Renang Lintas Selat Sunda sejauh 40 kilometer dari Cilegon ke Bakauheni pada Oktober mendatang.
Akses Keterbukaan Tanpa Sekat Birokrasi
Sebagai wujud nyata dari pilar transparansi dan akuntabilitas, Kolonel Kanang langsung menunjuk Pasintel Brigif 4 Mar/BS, Letkol Marinir Januar (Alumni AAL 2009), sebagai penanggung jawab supervisi dan komunikasi media di jajaran Marinir wilayah Lampung. Langkah ini diambil agar rantai informasi serta verifikasi berita di lapangan dapat berlangsung cepat, lugas, dan tanpa sekat birokrasi yang rumit.
Bahkan, dalam kesempatan tersebut, Danbrigif 4 Mar/BS secara terbuka memberikan nomor kontak dinasnya yang aktif 24 jam kepada insan pers sebagai jaminan pintu komunikasi yang selalu terbuka.
Melalui kepemimpinan Kolonel Kanang yang mengusung semangat JAWARA, Brigif 4 Marinir/BS menegaskan komitmennya: menjaga kedaulatan wilayah laut Sumatra dengan ketangguhan militer, sembari tetap membuka pintu keterbukaan dan sinergi bersama media demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Red)