
Lampung Timur, sinarlampung.co – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) disertai ancaman senjata api meresahkan warga Dusun Depok, Desa Siraman, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Dalam sehari, komplotan pelaku diduga beraksi dua kali di lokasi berbeda hingga sempat melepaskan tembakan ke udara setelah tepergok warga.
Aksi nekat pelaku pertama kali menyasar sepeda motor milik jemaah yang sedang melaksanakan salat subuh di masjid setempat. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh warga yang sigap memantau situasi.
Tak kapok, komplotan yang diduga merupakan pelaku yang sama kembali melancarkan aksinya pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Kali ini, target mereka adalah sebuah sepeda motor berwana merah-hitam yang terparkir di teras rumah salah satu warga bernama Alwi. Karena kunci kontak masih menempel di motor, pelaku dengan mudah memutar arah kendaraan menuju jalan raya.
Namun, aksi kedua ini kembali tepergok oleh Alwi selaku pemilik kendaraan. Sempat terjadi aksi saling tarik-menarik antara korban dan pelaku hingga mengakibatkan sepeda motor tersebut terjatuh.
Melihat korbannya berteriak dan mengejar ke arah barat, kedua pelaku yang mengenakan helm tertutup (helm lengkap) langsung melarikan diri. Saat warga mulai berkerumun dan mengejar hingga ke depan rumah Bapak Topa di samping Gedung SD Depok, salah satu pelaku mengeluarkan senjata api dan menembakkannya ke udara untuk menakut-nakuti massa.
Pihak pamong desa setempat melalui pengumuman resmi langsung meminta seluruh warga Desa Siraman, khususnya di lingkungan RT 05 dan RT 04, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat keamanan lingkungan pasca-insiden menegangkan ini.
Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bersenjata api sangat meresahkan warga. Teror seperti insiden di wilayah Pekalongan, Lampung Timur di mana pelaku curanmor sempat melepaskan tembakan, kerap terjadi dengan modus hunting (berkeliling) serta tidak segan melukai warga maupun petugas yang memergoki aksinya. (Red)