
BANDAR LAMPUNG, sinarlampung.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sukses menggelar nonton bareng (nobar) perdana pertandingan Piala Dunia 2026 di kawasan PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (21/6/2026) malam. Selain menjadi sarana hiburan gratis bagi ratusan warga, kegiatan ini sengaja diintegrasikan untuk menggerakkan roda ekonomi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Kegiatan nobar yang memanfaatkan siaran gratis TVRI ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, unsur Forkopimda, jajaran kepala perangkat daerah, serta Direktur Bank Lampung yang membaur bersama masyarakat.
“Harapan kita dengan adanya nonton bareng ini, kita bisa ikut berbaur dan merasakan kegembiraan bersama-sama. Di sisi kanan dan kiri juga ada UMKM yang hadir. Tentu harapannya roda ekonomi mereka bisa berputar,” ujar Marindo Kurniawan, usai kegiatan, Senin (22/6/2026).
Marindo menegaskan bahwa momentum piala dunia ini menjadi trigger atau stimulan awal dari komitmen Pemprov Lampung dalam memperkuat sektor domestik. Menurutnya, ketika UMKM kuat, maka fondasi ekonomi daerah juga akan jauh lebih stabil dalam situasi apa pun.
Sebagai langkah keberlanjutan pasca-nobar ini, Pemprov Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah menyiapkan agenda rutin khusus bagi pelaku usaha.
Kegiatan pasar atau pameran UMKM setiap hari Rabu yang berlokasi di Kantor Disperindag Lampung. Pemprov akan memantau respons dan animo masyarakat selama satu bulan ke depan untuk melihat potensi perluasan kegiatan di pusat-pusat aktivitas UMKM lainnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Nobar, Yuliardi, mengungkapkan bahwa kawasan PKOR Way Halim dipilih karena statusnya sebagai pusat aktivitas olahraga dan ruang publik terbuka yang strategis di Bandar Lampung.
Pihaknya menyatakan kegiatan nobar piala dunia ini berpeluang besar untuk terus diadakan secara dinamis dan situasional dengan melihat tingkat antusiasme warga.
“Kalau di sini insyaallah akan terus kita adakan secara dinamis melihat animo masyarakat, karena suasana nonton bareng itu kan harus ramai-ramai agar kebersamaannya terasa,” pungkas Yuliardi. Sepanjang acara berlangsung, arus massa terpantau tertib dan kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian setempat. (Red/*)